Wapalhi Kembali Revitalisasi Hutan Mangrove Pesisir Jepara

Wapalhi Kembali Revitalisasi Hutan Mangrove Pesisir Jepara

Wahana Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (Wapalhi) Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu Jepara kembali melaksanakan kegiatan “Revitalisasi Hutan Mangrove Pesisir Jepara III” (RHMPJ III), dengan menanam 7500 bibit mangrove rhizophora di Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Jepara, Minggu, (14/3/2020). Kegiatan ini merupakan upaya untuk merestorasi hutan mangrove dan mencegah abrasi serta untuk meningkatkan potensi pariwisata desa.

Wapalhi 1

Wapalhi 2Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari CDK WILAYAH II DLHK Jawa Tengah, Petinggi Desa Bulak Baru, Bhabinkamtibmas Polsek Kedung, Wakil Dekan FSH Unisnu Jepara dan anggota serta alumni Wapalhi FSH Unisnu Jepara.

Meski ditengah pandemi, RHMPJ III  tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahanan covid-19. Desa Bulak Baru menjadi pilihan untuk ketiga kalinya dalam revitalisasi hutan mangrove, karena memiliki potensi abrasi yang tinggi.

Desa Bulak Baru sendiri pernah mengalami abrasi besar besaran pada tahun 1971 dan 1984 sehingga desa tersebut melakukan bedol desa sebanyak 2 kali, selain itu wapalhi juga ingin mengembangkan pariwisata desa hutan konservasi mangrove untuk meningkatkan perekonomian warga desa Bulak Baru.

Kegiatan penanaman bukanlah menjadi hal baru bagi Wapalhi, sejak tahun 2005 sudah rutin melaksanakan penanaman, namun konsentrasi pada mangrove dimulai sejak tahun 2017. Wahana pecinta alam tersebut sudah melaksanakan 10 kali penghijauan lereng muria, 3 kali penghijauan pesisir Jepara, serta revitalisasi hutan mangrove pesisir Jepara, pada  tahun ini merupakan ketiga kalinya yang dilaksanakan Wapalhi.

Petinggi Desa Bulak Baru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Terimakasi kepada Wapalhi, atas komitmen dan konsistensinya dalam menangani abrasi yang terjadi di Desa Bulak Baru. Wapalhi tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memantau dan merawat mangrove yang sudah ditanam”. Ujarnya

Ketua Wapalhi, Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa dengan adanya penanaman ini diharapkan mampu menciptakan hutan mangrove yang benar-benar kuat. “kegiatan penanaman ini akan berkelanjutan dan diimbangi dengan perawatan bibit yang sudah ditanam agar dapat bermanfaat bagi desa Bulak Baru”. Jelasnya

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa RHMPJ III merupakan ikhtiyar untuk melanjutkan program Wapalhi dari PHBD pada tahun 2017 dan 2020 lalu.

RHMPJ III menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu pembibitan untuk RHMPJ III, dimulai pada tanggal (30/1/2021), sosialisasi (5/3/2021), dan Webinar dengan tema “Fungsi dan Manfaat serta Penanganan Bencana Abrasi Pesisir” (6/3/2021).