UNISNU Terjunkan Peserta KKN Daring Bersama Menteri Desa dan BNPB

UNISNU Terjunkan Peserta KKN Daring Bersama Menteri Desa dan BNPB

Jepara – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara tetap melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring/online bagi mahasiswanya. Namun, pelaksanaan KKN berbeda dengan kegiatan sebelum-sebelumnya, karena situasi pandemi covid-19 yang tak kunjung usai.

Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan keputusan Rektor dan hasil koordinasi antara pihak Panitia Pelaksana KKN (PPKKN) dengan Pemerintah Kabupaten Jepara. Tetap dilaksanakannya KKN ini lantaran pihak kampus juga tidak ingin terkendala jadwal kelulusan para mahasiswanya, mengingat belum tentunya kapan pandemi ini akan berakhir.


Penerjunan KKN Tematik Covid-19 oleh Bupati Jepara


Tidak seperti KKN pada umumnya di mana mahasiswa turun langsung ke lapangan dalam kegiatan KKN, kali ini mahasiswa menjalankan kegiatan KKN-nya secara daring atau online dari lokasi atau desanya masing-masing. 

"Jadi konsep KKN daring kali ini, mahasiswa wajib melaksanakan KKN dari tempat dan lokasi masing-masing. Hal ini dijalankan tentu dengan berbagai pertimbangan, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan," terang Ketua PPKKN Hudi saat dihubungi pada Sabtu (25/7/2020). 

Metode pelaksanaan KKN di masa pandemi Covid-19 dilakukan dengan cara mahasiswa melaksanakan programnya di tempat tinggal masing-masing. Secara mandiri dan tidak berkerumun, pembimbingannya oleh dosen pembimbing lapangan secara daring.

"Pada prinsipnya, kita menjaga agar mahasiswa maupun masyarakat tetap sehat dan konsen ke pengurangan jumlah kasus covid-19. Makanya, kali ini tidak ada penerjunan langsung ke lokasi," Imbuh Hudi. 

Meskipun berbeda dari KKN yang pernah ada, KKN daring tetap dilakukan secara berkelompok, dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan. Untuk periode ini, KKN Daring dilaksanakan mulai 27 Juli - 25 Agustus 2020. 

Pelaksanaan KKN di tengah pandemi ini dilaksanakan agar tidak menghambat proses akademik mahasiswa. KKN daring juga mengharuskan mahasiswa menghasilkan suatu produk bagi masyarakat di lokasi pengabdian. 

KKN daring nanti output-nya macam-macam, sesuai kebutuhan di desa. Misalnya video pembelajaran untuk sosialisasi ke masyarakat, dokumen perencanaan, dan sebagainya. Dengan KKN tematik covid-19, bertema Pencegahan dan Penanggulangan covid-19 berbasis karya inovasi mahasiswa diharapkan mahasiswa juga berkontribusi “mbangun desone dewe” (red-membangun desanya masing-masing).

Pada pagi ini, Senin (27/7/2020) UNISNU menerjunkan peserta KKN periode 2 sebanyak 573 mahasiswa yang akan disebar ke 7 wilayah di seluruh Indonesia. Diantaranya, Jepara, Demak, Kudus, Pati, Semarang, Brebes, serta Musi Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan.

Acara penerjunan yang juga diselenggarakan secara daring ini, rencana hadir secara virtual Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, namun karena terkendala jadwal lain maka diwakilkan kepada Staf Khusus Menteri Bidang Regulasi, Mitra Luar Negeri dan Mitra Perguruan Tinggi Kemendes RI, Dodik Pranata Wijaya dengan tema Kolaborasi mahasiswa dan pemangku kepentingan desa menggairahkan pembangunan desa.

Juga turut memberikan pengarahan, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny Supartini via video conference. Hadir memberikan sambutan penerjunan dan simbolis menerjunkan peserta KKN, Bupati Jepara Dian Kristiandi yang hadir langsung di kampus UNISNU.

Kegiatan ini selain diikuti secara daring via Youtube oleh seluruh peserta KKN, juga menerapkan standar protokol kesehatan dalam acara ceremonial pembukaan. Bagi anda yang ingin melihat langsung acara tersebut bisa klik di sini