Unisnu Jepara Gelar Halalbihalal bersama KH. Achmad Chalwani Nawawi

Unisnu Jepara Gelar Halalbihalal bersama KH. Achmad Chalwani Nawawi

UNISNU.ac.id - Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu Jepara) adakan kegiatan Halalbihalal bersama segenap dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, Senin (10/5/2022) pagi. Bertempat di gedung MWC NU Tahunan kompleks kampus Unisnu Jepara, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselanggarakan setiap tahun selepas Idul Fitri.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum dan segenap pengurus harian Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jepara (Yaptinu Jepara), Rektor dan para Wakil Rektor serta segenap pejabat struktural di tingkat universitas, program pascasarjana, fakultas, lembaga, unit pelaksana teknis, program studi, dan pusat studi. Seluruh dosen dan tenaga kependidikan serta perwakilan organisasi kemahasiswaan juga turut hadir dalam kegiatan tahunan itu. Halalbihalal kali ini dihadiri oleh KH Achmad Chalwani Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, yang menyampaikan muidhoh hasanah.


Rektor Unisnu Jepara, Dr H Sa’dullah Assa’idi MAg, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halalbihalal ini meskipun secara ritual terlihat formal, namun tidak mengurangi hubungan secara pribadi maupun secara institusional. “Mungkin secara pribadi kita semuanya telah memberikan maaf semuanya, tapi yang paling penting justru secara formal kelembagaan. Artinya, kita sebagai pegawai mungkin punya dosa kepada lembaga,” ujarnya.


“Dosanya seperti apa? Mungkin kita jarang masuk atau sering terlambat bekerja dan terlalu banyak membuat alasan untuk itu. Karenanya kita harus bertobat kepada Allah, ingat bahwa amanat yang diberikan kepada kita harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” tandasnya.


Senada dengan yang disampaikan Rektor, Ketua Umum Yaptinu Jepara, Dr H Shodiq Abdullah MAg mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan Unisnu Jepara untuk merawat dan mengembangkan apa yang telah dilakukan saat bulan Ramadan.


“Kejujuran dan kedisiplinan yang telah ditanamkan selama bulan Ramadan kemarin mari kita rawat dan kembangkan pada bulan-bulan selanjutnya, Kami yakin dengan hal-hal tersebut akan meningkatkan etos semangat kerja kita dan meningkatkan kinerja kita sebagai pegawai Unisnu Jepara dan Yaptinu Jepara,” tuturnya. “Dengan etos kerja yang tinggi, Insya Allah Unisnu Jepara akan semakin maju dan berkembang” pungkasnya.

Pendaftaran Mahasiswa Baru

Ajak Pahami Makna dan Sejarah Halalbihalal Serta Bangun Semangat Mengaji


Kiai Chalwani mengajak peserta yang hadir untuk memahami makna dan sejarah halalbihalal. Menurutnya, halalbihalal redaksi aslinya adalah halalun bi halalin, “halalun utawi halal siji, iku bi halalin ketemu kelawan halal liya, yang artinya halalnya si A bertemu dengan halalnya si B, karena sebelumnya pernah ada haram (dosa)-nya si A bertemu dengan haram (dosa)-nya si B,” jelas Kiai Chalwani memberikan makna versi jawa gaya pesantren.


Sejarah halalbihalal tidak bisa dipisahkan dari peran tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Wahab Chasbullah yang menyampaikan gagasannya kepada Sukarno. Presiden pertama Indonesia itu khawatir atas perpecahan yang terjadi di Indonesia, lalu bertemu dengan Kiai Wahab untuk meminta pendapat mengenai perpecahan tersebut. Menjawab pertanyaan Soekarno, Kiai Wahab lantas menyarankan untuk diadakannya forum untuk duduk satu meja dan saling memaafkan serta saling menghalalkan. Kiai Wahab lalu mengusulkan nama acara itu dengan halalbihalal yang kita kenal sampai sekarang.


Selanjutnya Kiai Chalwani mengingatkan bahwa agar kita senantiasa dijaga dan mendapat petunjuk dari Allah, maka harus memiliki empat sifat. “Pertama, apabila diberi nikmat mau bersyukur, kedua ketika diuji mau bersabar, ketiga jika punya kesalahan mau minta maaf, dan keempat adalah jika disalahi gelem paring pangapura,” ujar mursyid dari Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah itu.


Dalam mauidhoh hasanahnya, Kiai Chalwani juga mengemukakan pentingnya ngaji. “Ngaji itu penting, kalau bisa setiap hari ngaji. Ngaji itu seperti kuliah, dilakukan seperti sekolah sehingga setiap hari tambah ilmu”.


Di penghujung acara Kiai Chalwani meberikan ijazah doa kepada para peserta, khususnya para mahasiswa Unisnu Jepara supaya bisa rajin belajar dan paham apa yang dipelajari.