UNISNU JEPARA Bersinergi dengan Yayasan Relasi Nusantara Satu, Wujudkan Moderasi Beragama

UNISNU JEPARA Bersinergi dengan Yayasan Relasi Nusantara Satu, Wujudkan Moderasi Beragama

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melalui Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah bersinergi dengan Yayasan Relasi Nusantara Satu, Direktorat Pendidikan Agama Islam Kemenag RI mengadakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Moderasi Beragama Bagi Guru PAI SD di Kabupaten Jepara (19-21/11), berlangsung di auditorium lantai 3, gedung perpustakaan UNISNU JEPARA dan dilaksanakan secara luring.

Rektor Unisnu Jepara, Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta agar mengutamakan prinsip moderasi dalam menghadapi perbedaan keyakinan. “Kita perlu mencari titik temu dalam menyikapi perbedaan agama. Dalam pandangan Aswaja, ada titik temu yang sangat fundamental, yaitu wasathiyyah, moderasi. Ada kesamaan pandangan bahwa kita adalah sama-sama manusia. Ukhuwwah insaniyyah.” ujarnya.


aswaja,..

Kepala Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Memandu Pelatihan Peningkatan Kapasitas Moderasi Beragama Bagi Guru PAI SD di Kabupaten Jepara, (21/11/2021)

Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk perilaku dan kultur moderat peserta didik di sekolah. Pada upacara pembukaan, agenda ini dihadiri oleh 40 guru PAI SD, Rektor Unisnu Jepara, Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, dan Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Jepara.

Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, Drs. H. Muh Habib, MM. menegaskan bahwa pengenalan moderasi beragama perlu dilakukan sejak usia dini agar siswa terbiasa menyikapi keragaman. “Yang dimoderasi itu bukan agamanya. Tapi pemahaman keberagamaan peserta didik kita. Utamanya di usia dini. Supaya mereka punya kebiasaan untuk menghargai orang lain. Keragaman itu fakta dan tidak bisa dihindari. Moderat berarti memposisikan diri di tengah. Tidak terlalu berlebihan dan ekstrem,” tegasnya sebelum membuka secara simbolis pelatihan tersebut.

Bentuk pelatihan menggunakan skema in-on-in yang dilaksanakan dalam rentang waktu satu bulan mulai pertengahan November – Desember 2021. “Kegiatan in yang pertama berupa pelatihan selama 3 hari bagi guru PAI SD di Kabupaten Jepara. Dilanjutkan dengan model pelatihan on berupa implementasi nilai moderasi beragama yang dilakukan oleh guru PAI SD di sekolah masing-masing. Diakhiri dengan skema pelatihan in kembali yang difokuskan pada laporan dan evaluasi terhadap hasil implementasi nilai moderasi beragama yang dilakukan oleh guru PAI di sekolah,” kata Atho’ Nugroho, Ketua Yayasan Relasi Nusantara Satu.

Kasi PAIS Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, Hj. Siti Zuliyati, M.Pd.I. berharap agar kegiatan semacam ini diperbanyak dan senantiasa bersinergi dengan program pemerintah melalui Kementerian Agama. “Ke depan semoga ada kerja sama yang intensif antara Kemenag Kabupaten Jepara, Yayasan Relasi Nusantara Satu, dan kampus Unisnu Jepara. Program moderasi beragama tidak akan jalan jika Kemenag bergerak sendiri.”

Ahmad Saefudin, Kepala Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Unisnu Jepara selaku fasilitator pelatihan menyatakan bahwa selepas kegiatan selama tiga hari tersebut, peserta akan diminta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAI yang sudah terintegrasi dengan sembilan nilai moderasi beragama. Antara lain tengah-tengah (tawassuth), tegak-lurus (i’tidal), toleransi (tasamuh), musyawarah (syura), reformasi (ishlah), kepeloporan (qudwah), kewargaan/cinta tanah air (muwathanah), anti kekerasan (la ’unf) dan ramah budaya (i’tibar al-‘urf).

Dalam skema pelatihan on yang berlangsung akhir bukan November dan pekan pertama Desember 2021, peserta juga diharapkan mampu menyebarkan nilai moderasi beragama melalui media sosial. “Luaran pelatihan ini bisa berupa RPP integratif, gerakan kampanye perdamaian lewat media sosial, flayer ajakan anti bullying di sekolah, atau video pendek yang berisi narasi moderatisme,” pungkasnya.