Unisnu Gelar Kuliah Umum dengan Narasumber dari Malaysia

Unisnu Gelar Kuliah Umum dengan Narasumber dari Malaysia

Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU JEPARA) menyelenggarakan kuliah umum, Selasa (5/7/2022). Bertempat di Ruang Seminar Lantai 3 Perpustakaan Unisnu Jepara, kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Abdul Talib bin Bon (Professor of Technology Management Universiti Tun Hussein Onn Malaysia), dan juga Mohamad Rifqy Roosdani, S.T.,  M.M. (Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara).

Kuliah umum dengan tema “Teaching Factory : New Paradigm in Education” ini diadakan secara luring dan daring dengan peserta mahasiswa dari prodi Manajemen dan Teknik Industri. Teaching Factory merupakan suatu tempat atau area atau ruang yang disediakan atas kerjasama instansi pendidikan dengan industri produk untuk tujuan pembelajaran dan pengajaran, pelatihan dan pelayanan di bidang terkait.

Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag dalam sambutannya berharap kerja sama dalam bentuk kuliah umum ini bisa memberikan kemaslahatan bagi kita semua, sesama rumpun melayu. Beliau juga berharap kunjungan Prof. Dr. Abdul Talib bin Bon dan kerja sama ini dapat berlanjut dengan pertukaran mahasiswa atau hal yang lain yang mampu memberikan manfaat bagi Unisnu Jepara dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia

“Pembelajaran teori di dalam kelas tidaklah cukup. Teaching factory dari kerjasama Universitas dengan Industri mampu memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu teoritical di kelas ke dalam praktik industri, misalnya dengan memproduksi furniture untuk di ekspor.” Ujar Professor Dr. Abdul talib bin Bon. Lebih lanjut Profesor dari Malaysia itu mengatakan bahwa waktu yang diperlukan dalam teaching Factory kurang lebih 1,5 tahun. “Kurun waktu yang ditawarkan dalam pembelajaran adalah 2 tahun belajar teori di kelas, dan 1,5 tahun praktik industri yang dipandu langsung oleh para praktisi industri.” Pungkasnya

Narasumber ke dua Mohamad Rifqy Roosdani, S.T.,  M.M.  dalam paparannya membeberkan data Jumlah Pabrik Mebel di Jepara yang berjumlah 378 sesuai data BPS Jepara. Sebagian besar Pabrik-pabrik tersebut dalam produksinya masih merupakan buatan tangan (bukan mesin). Beliau juga menambahkan bahwa masalah yang harus dipecahkan di Jepara adalah Pemasaran & Keuangan, sehingga dengan adanya kuliah umum ini mampu memantik jiwa kewirausahaan mahasiswa, karena di Jepara butuh lebih banyak pengusaha, dan juga membutuhkan karyawan yang berorientasi kewirausahaan. Selain itu dengan adanya kuliah umum ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai pengaplikasian Teaching Factory di lingkup Universitas dan perkembangannya di Jepara.

“Kuliah Umum Internasional ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Layanan Internasional bekerjasama dengan program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara. Semoga program ini mampu mencapai tujuan yang diharapkan bersama untuk kemajuan UNISNU kedepannya. Aamiin” Pungkas Nihayatus Sa’adah, S.Pd Staff Kantor Urusan Internasional Unisnu Jepara.