Unisnu Gasak 4 emas dan 2 Perunggu dalam Kejuaraan Taekwondo Internasional di Bali

Unisnu Gasak 4 emas dan 2 Perunggu dalam Kejuaraan Taekwondo Internasional di Bali

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara raih prestasi dalam Kejuaraan taekwondo internasional bertitel Pugnator Badung Sport Tourism International Taekwondo Championship 2019, Juma’at – Minggu (25–27/10/2019). Di kejuaraan ini, Unisnu yang mengirim 7 atletnya berhasil meraih 4 Emas dan 2 Perunggu. Selain ke-enam medali tersebut, Unisnu juga dinobatkan sebagai juara umum II kategori pemula, dan salah satu atletnya, yakni Mila lusy Oktavia berhasil menjadi Atlet terbaik kategori Poomsae pemula putri.

Empat Medali emas Unisnu diraih oleh Dwi Putri Nugroho (U80 Putra Kyorugi), M. Maftuh Ahnan (U63 Putra kyorugi), serta Mila Lusy Oktavia dan Rovi Himawan di kelas Pomsae, sedangkan medali perunggu diraih oleh Wahyu Puji Cahyani (U53 Putri Kyorugi) dan Selsa Filia Devi (U62 Putri Kyorugi).

Dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Purna Krida Badung, Bali ini, Atlet unisnu berkompetisi dengan kurang lebih 1.600 atlet yang berasal dari dalam negeri dan mancanegara, diantaranya Australia, Thailand, India, Uzbekistan, Cina Taipe, Hongkong, Singapura dan Malaysia.

Tim taekwondo Unisnu melakukan persiapan selama dua bulan dalam menghadapi Pugnator Badung Sport Tourism International Taekwondo Championship 2019 ini. “Teman-teman melakukan latihan setiap hari selama 2 bulan. Menu latihan lebih ditekankan pada persiapan fisik dan teknik, dan Alhamdulillah hasilnya menggembirakan” ujar Susanto pelatih tim Taekwondo Unisnu Jepara. Lebih lanjut susanto juga mengatakan bahwa ini adalah sebuah pembuktian bahwa  Unisnu Jepara mampu berprestasi di ajang yang bertaraf International.  “Setelah ini, kami akan mengevaluasi Atlet-atlet yg belum bisa mencapai final, sehingga kedepannya atlet-atlet Unisnu bisa berbuat yang lebih baik lagi untuk almamater” Pungkasnya

Senada dengan Susanto, Mila atlet peraih emas dan pemain terbaik putri pemula juga melakukan Persiapan dengan serius “Untuk persiapan, tim melakukan latihan setiap hari dari jam 6 sampai jam 8 pagi selama 2 bulan, sedangkan latihan rutin tetap berjalan seperti biasa, selasa dan jum’at sore di kampus.” Ujarnya. Mila juga bersyukur atas prestasi dan penghargaan atlet terbaik poomsae putri  ditingkat internasional ini. “ini merupakan hasil dari kerja keras,  perjuangan dan doa selama ini. terima kasih banyak juga kepada pelatih yang selalu mengajarkan kami kedisiplinan mulai dari bangun pagi setiap hari untuk berlatih dengan giat dan semangat”. Ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.