UNISNU Droping Air Bersih bersama BPBD Jepara di Desa Pendem

UNISNU Droping Air Bersih bersama BPBD Jepara di Desa Pendem

Jepara - Sepanjang musim kemarau 2019 ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mengambil sejumlah langkah, khususnya untuk membantu menangani masalah kekeringan di beberapa kecamatan yang kekurangan air bersih. Pagi ini Senin (14/10) secara simbolis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara juga menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Pendem Kecamatan Kembang yang diwakili oleh Wakil Rektor III Ir. H. Mustofa Mukhtar.

Ada ratusan warga yang sudah mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, jadi kami rasa perlu sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi turut serta membantu masyarakat dengan droping air bersih, salah satunya kami laksanakan hari ini di Desa Pendem” ujar Mustofa Mukhtar saat ikut turun langsung ke dukuh Krajan RT 04/ 04 Pendem.


Droping Air

Bantuan yang diserahkan sejumlah 15 tanki, kurang lebih 225.000 liter air bersih telah di distribusikan ke Desa Pendem, Jlegong, Clering, Plajan dan Bapangan. Namun menurut data dari BPBD Jepara, masih ada banyak lagi Desa yang membutuhkan droping air mengingat musin penghujan belum juga tiba sampai bulan oktober ini. Mustofa juga berharap beberapa stakeholder badan usaha/pengusaha bisa turut meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan dengan melaksanakan bakti sosial lewat program SCR nya.
 

Informasi dari BPBD Jepara, saat ini sudah ada 25 Desa yang terdampak kekeringan dan membutuhkan droping air. Diantaranya 5 Desa di Kecamatan Nalumsari, yakni Bategede, Tunggulpandean, Blimbingrejo, Dorang dan Ngetuk. Kecamatan Kedung juga sangat membutuhkan droping air segera di Desa Tedunan, Karangaji, dan Kedungmalang karena mengalami krisis air bersih.
 

Wilayah lainnya di Jepara diantaranya Desa Pendem, Bucu, Mayong Kidul, Pancur, Kaliombo, Plajan, Bapangan, Bulu, Jobokuto, Clering, Blingoh, Jlegong, Kunir, Krapyak, Manyargading bahkan pulau Kemujan Karimunjawa juga mengalami kekurangan air bersih.

Sementara itu Droping air untuk daerah yang mengalami kekeringan terus berjalan. Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan droping air bersih agar melengkapi surat dari pemerintah desa. Tujuannya agar BPBD bisa memetakan daerah mana saja yang membutuhkan air bersih.

 

Ini agar persebaran air bersih menjadi merata di beberapa desa terdampak di Jepara,” terang Zainudin salah seorang petugas BPBD Jepara. Langkah ini mengantisipasi agar tidak ada daerah yang kelebihan bantuan air bersih. Masyarakat yang bersiap menerima droping air juga dipersilahkan menyiapkan penampungan yang cukup untuk kebutuhan air sehari-hari.