Unisnu Jepara Adakan Seminar Nasional Percepat Implementasi MBKM

Unisnu Jepara Adakan Seminar Nasional Percepat Implementasi MBKM

Dalam rangka meningkatkan  kompetensi  para  dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan seminar nasional “Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama”. Seminar dilaksanakan secara hybrid di Hotel D’ Season Bandengan Jepara (28/12/2021).

Seminar nasional menghadirkan dua pemateri yakni Sekretaris Ditjen Dikti Dr. Ir. Paristiyani Nurwadani, M.P. dan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri DEA. Kedua narasumber ini didampingi oleh Kepala  Pusat Pengembangan Sistem Pendidikan dan Inovasi Unisnu Khalimatus Sa’diyah, M.Pd.I. sebagai moderator.

Menurut Ketua LPPM Unisnu yang juga  ketua panitia kegiatan Dr. Sisno Riyoko, S.E. M.M., seminar ini merupakan upaya percepatan implementasi MBKM di Unisnu. Sebab Unisnu mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis penelitian MBKM dari Ditjen Dikti. “Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang akan berlanjut ke seminar hasil penelitian dan pengabdian,” ujarnya.

Seminar dibuka oleh Rektor Unisnu, Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. Menurutnya, MBKM memberikan hasil luar biasa terhadap kemajuan perguruan tinggi, khususnya Unisnu. “Unisnu telah terlibat dan melaksanakan program Kampus Merdeka yaitu Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Kedaireka, kampus mengajar, dan pertukaran mahasiswa baik inbound maupun outbound. Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi dan arahan Ditjen Dikti,” ujarnya.

Lebih detilnya, PKKM yang telah terlaksana yaitu dari prodi Manajemen yang melaksanakan 5 aktivitas dan 7 sub-aktivitas dengan total 11 kegiatan. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) melaksanakan 2 aktivitas yakni aktivitas 1 dengan 5 kegiatan dan aktivitas 2 dengan 6 kegiatan, dengan total 11 kegiatan. Prodi Teknik Informatika melaksanakan 7 aktivitas.

Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan MBKM ini diperkuat oleh peraturan Permendikbud No 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Unisnu terlibat dalam kegiatan MBKM untuk meningkatkan kompetensi perguruan tinggi dan dosen.

“Dengan demikian, adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tidak hanya mengubah cara melihat kompetensi seseorang melalui ijazah, melainkan melalui kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal, non formal, atau informal) yang akuntabel dan transparan,”  ujar Yayat Hendayana, S.S., M.Si.,  Pranata Humas Ahli Madya Koordinator Substansi Umum, Kerja Sama dan Humas yang mewakili Sekretaris Ditjen Dikti Dr. Ir. Paristiyani Nurwadani, M.P. sebagai narasumber.

MBKM menjawab segala permasalahan yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia, yaitu riset tidak market driven, perancangan kurikulum pendidikan tinggi tidak melibatkan industri, kerja sama riset dianggap sebagai kegiatan mahal, dan pelaku industri/profesional tidak terlibat mengajar di kampus.

“Maka MBKM memberikan solusi mendorong perguruan tinggi sebagai think-tank pencipta iptek dan inovasi melalui penelitian yang dapat dihilirisasikan oleh dunia usaha dan industri sehingga berdampak holistik pada kemajuan bangsa dan pembangunan nasional,” ujar Yayat Hendayana.

Selanjutnya, Yayat menyebutkan kunci keberhasilan implementasi MBKM, yakni kolaborasi dan transformasi digital. “Kolaborasi dilakukan oleh dosen dan mahasiswa bersama dengan dunia industri. Melalui transformasi digital maka ekosistem digital menciptakan proses belajar-mengajar menjadi fleksibel dan kolaboratif,” ujarnya.

Untuk mewujudkan keberhasilan kurikulum MBKM, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri DEA menyebutkan ada 8 strategi implementasi MBKM, yakni komitmen perguruan tinggi, peningkatan peran stakeholders, peninjauan dan penyesuaian kurikulum, sinergitas mitra MBKM, konversi dan rekognisi MBKM, penjaminan mutu MBKM, pelaporan PPDIKTI MBKM, dan peran duta kampus MBKM. “Esensi MBKM bagi perguruan tinggi adalah mempercepat inovasi di bidang pendidikan tinggi serta berbagai kebebasan lain,” tambahnya. (Alvaros)