Transfer Paper Budaya; Upaya Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Pada Anak Usia Dini

Transfer Paper Budaya; Upaya Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Pada Anak Usia Dini

Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang tergabung dalam tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNISNU Jepara mengadakan kegiatan pengabdian bagi guru PAUD yang bertempat di KB Ari-Ari Sukosono, Kedung Jepara (1-3 Mei 2019). Mitra program PKM ini adalah para guru PAUD KB Ari-Ari dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Kegiatan yang diketuai oleh Yushinta Eka Farida M.Pd. ini beranggotakan dua dosen yaitu Santi Andriyani, S.Pd.I., M.Pd. dan DS. Drajad Wibowo, M.Sn.

Program yang bertujuan memberikan pelatihan kepada guru tentang desain kelas dengan teknik transfer paper ini berangkat dari hasil observasi dan wawancara tim terhadap mitra mengenai problematikan dalam mendesain kelas atau mendisplay kelas berbasis budaya. Kegiatan ini dimulai dengan acara ceremonial yang diisi dengan beberapa sambutan dari mitra dan Tim. Seperti yang dikutip dari sambutan salah satu tim, DS.Drajad Wibowo, “kegiatan ini penting dilaksanakan untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi guru PAUD dalam mendesain kelas, terlebih desain kelas berbasis budaya dalam rangka menanamkan kecintaan anak terhadap budaya sendiri”. Hal ini juga disambut hangat oleh perwakilan mitra, Umi Lu’lu’at “kegiatan ini merupakan kegiatan yang selalu dinanti oleh para guru untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memndesain kelas”, tuturnya

Hasil dari program ini adalah desain kelas berbasis budaya dengan menggunakan teknik transfer paper. Produk kegiatan berupa hasil transfer paper gambar-gambar budaya yaitu wayang, baju adat dan rumah adat, juga jenis batik Indonesia. Praktik ini di handle oleh anggota tim PKM yaitu Bapak DS. Drajat Wibowo, M.Sn dengan didampingi 3 mahasiswa Unisnu Jepara. Hari pertama diawali materi pentingnya pembelajaran budaya bagi anak usia dini dan simulasi mengajar. Hari kedua praktik desain kelas dengan menggunakan teknik transfer paper dengan tahapan pemetaan gambar budaya, cetak gambar, proses transfer ke media papan, pengelupasan, tehnik melukis, finishing. Hari ketiga, implementasi desain kelas berbasis budaya di kelas masing-masing.

Ketua tim PKM, Yushinta mengungkapkan “Kegiatan yang bertemakan Budaya ini sangat menarik bagi guru dan produknya memberikan dampak positif bagi siswa karena, dengan adanya interior budaya di ruang kelas akan menambah semangat belajar para siswa juga menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air”.