Tingkatkan Pengalaman Estetis dan Kreativitas Anak Usia Dini, Tim Unisnu Latih Pembelajaran Gerak Tari Kreasi

Tingkatkan Pengalaman Estetis dan Kreativitas Anak Usia Dini, Tim Unisnu Latih Pembelajaran Gerak Tari Kreasi

Tim Pengabdi Masyarakat Unisnu Jepara diwakili Prodi PG PAUD  dan PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan memberikan pelatihan di TK Tunas Harapan Krasak Pecangaan Jepara pada Selasa (21/7) dan Rabu (22/7). Tim tersebut terdiri dari dua dosen, yaitu Diah Ayu Mawarti sebagai ketua tim. Anggotanya Ana Rahmawati serta pelibatan mahasiswa Heni Lestari, Wulan Tria Eviana, Farah Mar’atul Lathifah, Vivi Nur Afifah dan Nadiatus Shofaa Sabila. Kegiatan bertema Pelatihan Pembelajaran Gerak Tari Kreasi Tradisional  Dan Modern (Tari Karakter) kepada Guru dan siswa di TK Tunas Harapan,  diikuti oleh  40 peserta.

Diah Ayu Mawarti menjelaskan, kegiatan pelatihan ini bermula dari beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran seni tari pada anak usia dini. Meliputi, guru mengalami hambatan dalam mengembangkan kreasi gerakan-gerakan tari tradisional dan modern bagi anak TK. Selain itu guru yang mengajarkan seni tari juga mengalami kesulitan dalam menerapkan metode yang tepat untuk mengkombinasikan antara gerakan tari tradisional dan modern pada anak usia dini.

Pelatihan yang diberikan berupa dua tahap yaitu teori dan praktik. Penerapannya berupa pelatihan demonstrasi tari kreasi tradisional dan Tari kreasi modern (Tari Karakter) yang terdiri dari “Tari tradisional gundol-gundol Pacul, Tari Angsa Anak (Ducky dance) Tari Ular Anak (Litlle snake dance). Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan meningkatkan kreativitas bagi Guru TK dalam mengajar pembelajaran seni tari AUD. Selain itu tari kreasi tradisional dan tari Karakter hewan dapat menjadi media pendidikan untuk merangsang kepekaan pengalaman estetisnya dan kreatvitas anak dalam mengekspresikan pengalamanya. “Pelatihan pembelajaran tari ini sangat menekankan pada proses pertumbuhan kreativitas dan sensivitas di mana dalam instruksionalnya sangat memperhatikan perkembangan kemampuan anak yang mencakup kognisi, afeksi dan psikomotor sesuai dengan tingkat perkembangan anak.kata ketua tim Diah Ayu Mawarti.

Dalam kegiatan tersebut, peserta pelatihan mendapatkan beberapa materi. Pada sesi pertama peserta pelatihan menerima materi teori dasar dan konsep dasar gerak tari kreasi tradisional dan modern (Tari Karakter) pada Anak Usia Dini. Sesi kedua peserta melakukan praktik demonstrasi pelatihan pembelajaran tari kreasi tradisional dan modern, meliputi “Tari tradisional gundol-gundol Pacul, Tari Angsa Anak (Ducky dance). Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan kegiatan menarikan tari karakter ular anak bersama- sama oleh peserta.