Program Studi Desain Produk Unisnu Jepara gelar kegiatan bertajuk “Chemotherapy”. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut di Museum Kartini Jepara (6-7/1/18). Hari pertama diisi dengan kegiatan pelantikan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Desain Produk, pembukaan pameran seni, stand up, hiburan, dan live mural yang diikuti oleh mahasiswa program studi Desain Produk, seniman-seniman jepara dan juga kota tetangga. Hari kedua diadakan seminar Marketing Produk Meubel dengan menghadirkan pembicara dari Suara Merdeka.

Pembukaan pameran seni dihadiri oleh Warek I Unisnu Jepara Drs. H. Akhirin, M.Ag dan perwakilan Bupati Jepara Sudjarot. Beliau menyampaikan sepatah kata dari Bupati Jepara dalam sambutannya, “Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh panitia, juga kepada pihak Unisnu Jepara. Saya menilai kegiatan yang seperti ini adalah kegiatan yang strategis, yakni memberikan ruang gerak para desainer, sebagai alternatif di pasaran global yang terus maju, mendekatkan Unisnu kepada masyarakat, serta mendukung dan berkontribusi dengan daerah Jepara yakni meningkatkan daya saing desain produk furniture Jepara”.

Ketua panitia Bobby Alffianto menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan Chemotheraphy salah satunya adalah untuk mendongkrak mahasiswa Desain Produk dalam berkarya. “Chemotheraphy adalah istilah di kedokteran. Bahasa kiasannya yakni suatu pengobatan untuk penyakit yang benar-benar sudah akut. Mengapa kita memberi nama kegiatan ini Chemotheraphy, karena kita ingin mengobati teman-teman Desain Produk dari penyakit malasnya. Malas untuk berkarya, mendesain, terutama kuliah. Kita ingin Pragram Studi Desain Produk yang lebih maju lagi”. Bobby selaku ketua kegiatan.

Sebagian Produk yang dipamerkan dalam Chemotheraphy berbahan dasar limbah kayu yang biasanya dibuang. Selain menggunakan bahan dasar limbah kayu, mahasiswa Desain Produk Unisnu Jepara juga memanfaatkan limbah dari logam dan juga ban mobil dalam berkarya. Hal ini merupakan sebuah bentuk inovasi dan efisiensi A la mahasiswa. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Desain Produk untuk lebih baik di tahun-tahun berikutnya, baik berupa karya, maupun penyelenggaraan pameran” Ujar Kaprodi Desain Produk Jati Widagdo,M.SN (novia/lensamedia)