Temu Pakar: Meneladani Nilai Kepahlawanan, dan Memperjuangkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional

Temu Pakar: Meneladani Nilai Kepahlawanan, dan Memperjuangkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional

Pusat Studi Ratu Kalinyamat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bekerjasama dengan Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) yang dipimpin  Ibu Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M. - Wakil Ketua MPR RI, mengadakan Temu Pakar Ratu Kalinyamat, Sabtu (11/9/2021) di meeting room - Hotel Tentrem, Semarang.

Diskusi dengan tema “Ratu Kalinyamat: Perempuan Perintis Antikolonilasisme 1549 – 1579”, ini merupakan pertanggung jawaban secara ilmiah dari Tim Riset bahwa Ratu Kalinyamat merupakan perempuan perintis antikolonialisme di Nusantara dan layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Ibu Lestari Moerdijat menuturkan, nilai-nilai kepahlawanan Ratu Kalinyamat diharapkan mampu membangkitkan jiwa nasionalisme anak bangsa untuk menjawab tantangan yang kita hadapi saat ini dan masa datang.

Ibu Rerie Temu PakarIbu Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M., narasumber utama dalam Temu Pakar Ratu Kalinyamat.  Hotel Tentrem, Semarang, (11/9/2021)


Pada kesempatan itu, Ibu Rerie menyampaikan apresiasi mendalam atas ikhtiar selama 2,5 tahun dengan penuh ketekunan dan kesungguhan dari para pakar dalam menelusuri sejarah Ratu Kalinyamat hingga menemukan sumber-sumber primer.

“Selesainya kajian sejarah ini, bukan akhir dari proses, melainkan babak baru dalam memperjuangkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional”, tandas Rerie.

Dalam Temu Pakar itu, Rektor Unisnu Jepara, Dr. H. Sa'dullah Assa'idi, M.Ag., memberikan kata pengantar, bersama dengan Prof. Ratno Lukito (Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat).

Temu Pakar dimoderatori oleh Dr. Irwansyah, (Staf Tenaga Ahli MPR RI), juga dihadiri oleh Dr. Connie Rahakundini, (Presiden Direktur Institute for Maritime Studies), Dr. Alamsyah, (Anggota Tim Pakar Ratu Kalinyamat), H. Pratikno, (Wakil Ketua DPRD Kab. Jepara), Deni Riyadi, MM (Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Propinsi Jawa Tengah), Dr. Chusnul Hayati, (Anggota Tim Pakar Ratu Kalinyamat – Sejarawan Undip), Murniati, S.Sos.I, M.S.I., (Ketua Pusat Studi Ratu Kalinyamat Unisnu Jepara), Dr. Agustinus Supriono, (Sejarawan Undip), M. Zainal Abidin, M.S.I., (Pimpinan Redaksi Jawa Pos, Radar Kudus), sebagai narasumber.

Temu Pakar RK 2

Konferensi pers setelah kegiatan Temu pakar, oleh Rektor Unisnu Jepara, Presiden Direktur Institute for Maritime Studies, Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat dan Wakil Ketua DPRD Kab. Jepara. Meeting room - Hotel Tentrem, Semarang, (11/9/2021)


Rektor Unisnu Jepara menuturkan, berdasarkan delapan sumber primer dari penulis Portugis, menjelaskan bahwa empat kali Ratu Kalinyamat menjadi pelopor dan menggerakkan aliansi Kesultanan Muslim. Yakni, Johor, Aceh, Maluku, dan Jepara yang semuanya berkomitmen untuk mengusir Portugis dari Malaka dan Maluku, serta menciptakan kesejahteraan bersama di antara anggota aliansi.

“Berdasarkan sumber primer yang dipadu historiografi lokal. Kami bersama Unisnu Jepara, YDBL dan Tim Pakar Ratu Kalinyamat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung agar Ratu Kalinyamat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional sebagai perempuan perintis antikolonialisme 1549-1579”, tandas Rektor Unisnu Jepara.

Ketua PSRK Unisnu Jepara, Murniati, S.Sos.I, M.S.I., menilai Ratu Kalinyamat adalah sosok muslimah keturunan para bangsawan kerajaan Islam Jawa di Demak dan merupakan cucu dari Raden  Patah pendiri kerajaan Demak.

"Jika kita menelusur gerakan perempuan di Indonesia, Ratu Kalinyamat adalah sosok perempuan Jawa yang mempunyai jiwa nasionalisme sangat kuat," ujar Murniati.

Presiden Direktur Institute for Maritime Studies, Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengatakan, Indonesia memiliki tokoh perempuan yang keberanian dan wawasannya terkait kekuatan militer, serta maritim melampaui zamannya.

"Ratu Kalinyamat merupakan perempuan pelopor yang merintis Indonesia sebagai negeri poros maritim dunia dari abad XVI, sekaligus perintis antikolonialisme," kata Connie.

“Sepak terjang Ratu Kalinyamat yang dikenal gagah berani, hebat, dan digdaya sehingga Portugis pun memberikan gelar yang sangat menggetarkan kepadanya yaitu Rainha de Japira, Senhora Poderosa e Rica, yang artinya Ratu Jepara, perempuan kaya dan sangat berkuasa.”, tandasnya

Diketahui, Tim Riset Ratu Kalinyamat telah menyelesaikan laporan dalam bentuk buku dengan judul Ratu Kalinyamat: Perempuan Perintis Kolonialisme 1549 – 1579. Berdasarkan delapan sumber primer dari penulis Portugis, laporan riset tersebut sampai pada kesimpulan bahwa pada 1549-1579, Ratu Kalinyamat tampil sebagai pelopor dan penggerak aliansi kesultanan Islam di kawasan Asia Tenggara untuk melawan Portugis.