Teliti Pesantren Ukir, Dosen Unisnu Jepara Raih Nusantara Academic Writing Award 2022

Teliti Pesantren Ukir, Dosen Unisnu Jepara Raih Nusantara Academic Writing Award 2022

UNISNU.ac.id – Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU JEPARA) berhasil meraih Nusantara Academic Writing Award (NAWA) 2022, ia adalah Fathur Rohman, dosen program studi Pendidikan Agama Islam.

Fatkhur Rohman berhasil menyisihkan 142 peserta lainnya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari seratus lebih peserta tersebut, terdapat 19 peserta yang dinyatakan lolos berkas dan dipanggil wawancara untuk selanjutnya ditetapkan 8 pemenang.

Dalam seleksi wawancara, Fatkhur Rohman sukses memikat para juri dengan mempresentasikan Disertasinya yang berjudul "Pesantren Ukir: Studi Etnografi Transmisi Seni Budaya Ukir di Pesantren Jepara." 

Fathur Rohman saat ini sedang menempuh studi jenjang Strata 3 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, dan sedang berjuang menyelesaikan disertasinya. Ditengah kesibukannya menulis disertasinya itu, ia mengirimkan proposal kepada panitia NAWA 2022 dan akhirnya terpilih sebagai salah satu pemenang. 

“Awalnya saya mengabaikan informasi tentang NAWA 2022, namun ada seorang teman yang menyarankan ikut, dan akhirnya saya termotivasi,” ujar dosen muda kelahiran Kudus yang telah memantapkan hati menjadi warga Jepara itu.


Teliti Pesantren Ukir

Dalam abstrak Disertasinya, Fathur Rohman menuliskan bahwa seni ukir sebagai warisan budaya lokal Jepara, saat ini sedang diterpa masalah dalam hal proses pewarisan. Lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai sarana transmisi budaya seakan gagap mengemban tugas tersebut. 

Di tengah kondisi seperti itu, Fathur Rohman meneliti Pesantren Matholi’ul Anwar Tahunan dan Pesantren Babussalam Mulyoharjo, yang telah hadir sebagai alternatif untuk mewadahi transmisi ukir. Kedua pesantren tersebut berhasil menghidupkan seni ukir di lingkungannya tanpa harus kehilangan karakter aslinya. 

Fathur Rohman berupaya menganalisis transmisi ukir di pesantren meliputi motif yang melatarbelakangi, model yang digunakan, dan pengaruh seni ukir terhadap pesantren. Untuk sampai kesana, kajian disertasinya memilih etnografi sebagai metode penelitian dengan mengacu pada teori transmisi budaya John W. Berry.

NAWA 2022 adalah penghargaan dalam bentuk grant (bantuan finansial) untuk penulisan tesis/disertasi bagi mahasiswa master atau doktor di perguruan tinggi Indonesia. Program ini diadakan setiap tahun melalui kompetisi nasional. Program ini diadakan oleh Nusantara Institute bekerja sama dengan PT Bank Central Asia, Tbk. [humas]