Sosialisasi Watuaji Menuju Desa Mandiri Sampah

Sosialisasi Watuaji Menuju Desa Mandiri Sampah

Bersinergi bersama Bank Sampah Induk Jepara, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISNU Jepara adakan Sosialisasi Desa Mandiri Sampah dan Penanganan Sampah Residu di Balai Desa Watuaji, Kamis (11/8)

Dalam dua pembahasan, sosialisasi pertama disampaiakan oleh ketua Bank Sampah Induk Jepara, Anis Surrahman berkaitan dengan penanganan sampah residu yang masih perlu adanya perhatian lebih dari berbagai lapisan masyarakat. Dilanjutkan pembahasan kedua oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Keling, Lulut Andi Ariyanto. Tentang peluang pembentukan desa mandiri sampah, Lulut memberikan arahan mulai dari kepedulian diri sendiri, dukungan dari berbagai pihak, sampai implementasi terbentuknya desa mandiri sampah. “Menuju desa mandiri sampah, perlu dipersiapkan beberapa hal diantaranya regulasi, kelembagaan, biaya, teknis, serta peran masyarakat dan swasta dalam mengawal desa ini menjadi desa mandiri sampah”, jelas Lulut.

Sosialisasi berjalan dengan penuh antusias dari perserta dan tamu undangan diantaranya enam kelompok Bank Sampah (BS) Desa Watuaji dan Bumdes Sae Watuaji. Semangat cita-cita menuju desa mandiri sampah bukan hanya dari Kepala Desa Watuaji saja, namun juga didukung masyarakat desa yang sudah ada yang menerapkan beberapa langkah dalam menangani sampah rumah tangga. “Sudah ada 6 kelompok BS di Watuaji yang sedikit banyak mencoba menerapkan ember tumpuk dan ekoenzim jadi satu langkah dalam menangani sampah dapur. Namun tetap perlu ditingkatkan tentunya lebih-lebih setelah adanya sosialisasi dari KKN Unisnu yang sangat penting ini”, tutur Kepala Desa Watuaji, Junaidi.

Dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) Watuaji turut menyertai jalannya program desa mandiri sampah Desa Watuaji salah satunya bantuan akan kendaraan angkut sampah kepada Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang kedepannya sebagai salah satu pengelola sampah residu Desa Watuaji yang mana menjadi suatu nilai tambah tersendiri bagi desa.

Besar harapan tim KKN UNISNU kepada Desa Watuaji agar kedepannya dapat menjadi desa maju dan mandiri sampah. “Harapannya kedepan agar Desa Watuaji menjadi desa mandiri sampah dan Pemdes dapat memfasilitasinya salah satunya dengan mengadakan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) desa yang mana nantinya sampah residu dapat dikelola dengan baik disana”, harap Ketua Tim KKN UNISNU, Suhebrint Suryadinata.

Terlaksananya Program kolaborasi kelompok sebelas KKN UNISNU tentu tidak luput dari bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Tristan Alfian, M.Sn. Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat mengelola sampah dengan baik. “Masyarakat Desa Watuaji dapat dengan mandiri mengelola sampah setelah adanya sosialisasi ini dan dapat menjadi contoh kepada desa-desa yang lain”, ujar Tristan alfian. (Tsamrotun Nafisah)