Selamat 'Iedul-Fithri 1 Syawwal 1439 H


Mohon Maaf Lahir Batin

Sebagai manusia, kita diberi kebebasan, tapi dengan kepengasihan Allah SWT kita diperintah agar mengetahui batas kebebasan melalui "nurani", hati kecil yang bersifat cahaya sebagai modal primordial: untuk membedakan al-ma'ruf (kebaikan yang dikenal) dari al-munkar (keburukan yang ditolak). Itulah fithrah, sumber pandangan optimistis-positif bagi manusia; sebagai "asal kejadian", "kesucian" atau "agama yang benar". Jika manusia pada dasarnya baik karena fitrahnya, dan suka mencari serta memihak kebaikan dan kebenaran karena "hanif", maka seharusnyalah memandang sesama manusia dengan sikap optimistis-positif. Bahkan sewajarnya "husn al-zhann", berbaik sangka; jauh dari "suu`al-zhann", berburuk sangka. Allahu Akbar... manusia sangat lemah. Mari kita memaafkan siapa pun; kita tinggalkan sanksi terhadap yang bersalah; kita hapus dan habiskan tiada berbekas kesalahan mereka. Allahul-'Afuw...Tuhan Yang Maha Pemaaf, kita ikuti-jalankan ajaran-Nya: Memanfaatkan 'Idul-Fithri untuk menghapus, mencabut akar kesalahan dan membinasakannya dari Saudara-saudara dan siapapun. Dengan demikian kita baru bisa dinilai "memaafkan" orang lain. Ja'alana llahu wa iyyakum minal 'aidin wal faizin Kulla 'am wa antum bi khayr. Dr. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. Rektor