Selamat Hari 'Iedul-Fithri 1 Syawwal 1438 H

Selamat Hari 'Iedul-Fithri 1 Syawwal 1438 H

Mohon maaf lahir-batin     Marilah kita kembali ('ied) pada "asal kejadian" atau "kesucian" atau "agama yang benar" (fithr). Kembali pada "agama yang benar", menuntut kita agar membina "keserasian hubungan" sebagai tanda keberagamaan yang benar karena ada sabda Nabi "al-Din al-mu'amalah", juga perlu nasehat-menasehati dan tenggang rasa seperti disabdakan "al-Din al-nashihah". Mari kita yang ber-'iedul-fithri sadar, bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan; dan dari kesadarannya ia bersedia untuk memberi dan menerima maaf. Kata fithr yang berarti kesucian bisa kita rasakan, saat pikiran mulai tenang, kesibukan dan haru-hati terurai, akan terdengar bisikan  suara nurani mengajak berdialog, mendekat terus menyatu dengan totalitas Wujud Yang Mahamutlak, mengantar kita menyadari betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya; dan betapa kuasa dan perkasa Dia Yang Mahaagung. Suara yang membisikkan itu suara fithrah manusia, suara kesucian. Setiap kita manusia memiliki fithrah, terbawa serta olehnya sejak lahir, meski sering --karena kesibukan dan dosa-dosa-- terabaikan, sehingga suara begitu lemah, seakan-akan tidak nampu membisikkan, hanya sayup-sayup terdengar. Suara itulah yang dikumandangkan pada "Iedul Fithri"...Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Kita yang lemah sepatutnya bersedia memberi dan menerima 'afwu atau maaf atau "menghapus" bekas-bekas luka di hati. Bukanlah memaafkan, jika masih ada sisa bekas luka di dalam hatinya, bila masih ada dendam. "Menahan amarah" dan noda kecil pun perlu dihapus...dengan begitu kita baru bisa dinilai "memaafkan" orang lain. Ja'alanallahu wa iyyakum minal 'aidin wal faizin wal maqbulin.