Sambut Hari Santri Nasional, Unisnu Menggelar Madrasah Desain dan Literasi

Sambut Hari Santri Nasional, Unisnu Menggelar Madrasah Desain dan Literasi

Dalam rangka menyambt Hari Santri Nasional 2017, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan kegiatan “Madrasah Desain dan Literasi”, Senin (9/10). Kegiatan “madrasah” ini bertujuan untuk membangun kesadaran bermedia sosial yang berprinsip pada konsep estetika, serta berpegang pada sumber literasi yang benar. Diharapkan nantinya akan lahir santri-santri yang menjadi inisiator desainer yang kreatif dan edukatif, sebagai bekal dalam berdakwah dan untuk melawan semakin menjamurnya berita dan informasi yang mengandung hate speech

Hadir sebagai narasumber dalam madrasah desain dan literasi adalah K.H. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PP RMI NU), K.H. Ahmad Athoillah (Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2017), Dody (Santri Design Community Jawa Timur), M. Abdullah Badri (Penggerak media online NU) Yasser Arafat (Admin @alasantri ) dan Rumail Abbas (Rumah Kartini)

Madrasah desain dan literasi dibuka secara langsung oleh rektor Unisnu jepara Dr. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya santri untuk mengikuti perkembangan jaman, salah satunya ya dengan melek internet, memanfaatkan internet sebagai media dakwah. “Santri itu ya kita, orang yang belajar dan orang yang mengajar” ujarnya.

Selain administrator medsos organisasi mahasiswa Unisnu, Peserta Madrasah Desain dan Literasi juga berasal dari administrator medsos NU Jepara, anggota Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Tengah dan juga kalangan santri beberapa pondok pesantren yang ada di Jepara dan luar Jepara, diantaranya pondok pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati dan pondok pesantren  Fadlul Wahid, Purwodadi.

Abdullah Badri meyampaikan bahwa media sosial adalah sarana yang paling efektif untuk berdakwah dewasa ini. Sarana dakwah harus mengikuti perkembangan jaman, kita tidak bisa hanya mengandalkan dakwah melalui masjid ke masjid. “Fungsi media sosial, selain sebagai sarana dakwah juga berfungsi sebagai sarana untuk Melawan hoaks.” Ujar Badri, yang mengenal desain dari kecintaannya terhadap kaligrafi. Dalam paparannya, beliau juga mengatakan bahwa gambar yang diposting di internet adalah sarana yang efektif bagi audience yang malas membaca, malas membaca berbanding lurus terhadap kepercayaan sebuah gambar. “Dulu ada istilah no pic = hoax, sekarang malah gambar dibuat untuk membuat hoaks. Itulah yang harus kita lawan.” Tutupnya.

Kegiatan yang berlangsung di ruang seminar Lt. 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisnu Jepara ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Tanggapan positif terlontar dalam kegiatan yang bernuansa santai dan penuh keakraban ini. “acaranya cukup menarik, dapat memberikan pemahaman strategi dalam membuat konten di dunia maya. Mungkin untuk undangannya lebih bisa diperbanyak admin-admin pondok pesantren, agar bisa lebih menyatukan komitmen”. Ujar M. Iqbal, santri asal Kajen, Margoyoso, Pati dalam acara penutupan.