Rumuskan Buku Sejarah, Sinergi YAPTINU bersama PCNU Jepara

Rumuskan Buku Sejarah, Sinergi YAPTINU bersama PCNU Jepara

Jepara - Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) merupakan sebuah lembaga yang menaungi berdirinya Kampus UNISNU Jepara, adapun proses merger atau penggabungan yang melibatkan 3 lembaga pendidikan tinggi saat itu diantaranya adalah INISNU, STIENU dan STTDNU yang berawal pada tahun 2013.

Meskipun sejarah panjang menghiasi perjalanan pendirian yayasan terdapat perbedaan versi, hal inilah yang menjadi latar belakang bertemunya forum penulis yang didasarkan pada berbagai sumber baik pelaku serta saksi sejarah. Hadir kedua penulis dari masing-masing lembaga yang mempresentasikan paparannya berkaitan naskah buku sejarah, antaranya Dr. Mustaqim serta Lutfi Rahman.

Dan untuk menjawab hal tersebut, kegiatan yang di inisiasi oleh Yaptinu bertajuk uji publik naskah buku sejarah Yaptinu – Unisnu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Jepara. Hal ini juga merupakan respon dari pertemuan antara PCNU dengan Yaptinu berkaitan uji naskah buku sejarah tahap pertama.

Turut hadir dalam uji publik ini, diantaranya Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. H. Mahsun, Rois Syuriah PCNU KH. Ubaidillah Noor, Ketua Dewan Pembina Drs. H. Mohammad Najib, Jajaran pengurus dan pengawas, tokoh pelaku sejarah, pengurus MWC NU, LP Ma’arif, serta badan otonom NU.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Gedung Perpustakaan lt. 3 UNISNU Jepara pada Kamis, (10/9/2020) dihadiri kurang lebih seratus tamu undangan. Dan meskipun masih ditengah masa pandemi, panitia kegiatan juga menerapkan protokol kesehatan secara disiplin baik penggunaan masker serta jaga jarak.

Ketua YAPTINU Jepara, Dr. H. Shodiq Abdullah dalam sambutannya menginginkan komitmen bersama seluruh elemen stakeholder dalam mengembangkan UNISNU Jepara. "Bahwa ini semua adalah milik warga Jepara, kami hanya diamanati untuk mengelola dengan profesional. Dan mari kita bersama menyamakan persepsi, dalam rangka membangun bersama kebesaran UNISNU," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Tengah yang diwakili oleh Dr. H. Mahsun mengingatkan kembali semangat ukhuwah nahdliyyah untuk bersama memajukan lembaga besar ini. 

Kini dalam perkembangannya, Yaptinu juga melebarkan sayap dengan mendirikan klinik pratama serta pondok pesantren mahasiswa. Di proyeksikan kedepan, hal ini akan mengimbangi kampus-kampus unggul lainnya di Indonesia.

Dalam perjalanan diskusi ini pula, muncul beberapa rekomendasi dari peserta untuk segera mempertemukan kedua tim penulis agar lebih intens membahas pokok sejarah. Hadir sebagai narasumber ahli hukum, Dr. Rakhmat Bowo Suharto dari UNISSULA Semarang yang menjelaskan secara rinci latar belakang perubahan undang-undang serta payung hukum mengenai pendirian yayasan.

Foto Bersama

Hadir dalam kesempatan ini pula, sejumlah saksi sejarah diantaranya H. Muhammadi, serta sejumlah pengurus yayasan pada masa awal pendirian. Kegiatan diakhiri sesi foto bersama seluruh peserta uji publik naskah buku sejarah Yaptinu - Unisnu.