Rektor Unisnu Jepara : Ilmu Marketing Dibutuhkan dalam Mengelola Perguruan Tinggi

Rektor Unisnu Jepara : Ilmu Marketing Dibutuhkan dalam Mengelola Perguruan Tinggi

Marketing merupakan sebuah ilmu penting yang harus dimiliki semua orang termasuk sivitas akademika perguruan tinggi. Tanpa adanya ilmu marketing yang baik, semua profesi akan sulit untuk mendapatkan respon dari masyarakat. Perkembangan dan penggunaan teknologi dalam area pemasaran pun sudah seharusnya bisa digunakan dengan baik. Di era ini juga, marketing dan entrepreneur sudah menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga tidak bisa dilepaskan satu sama lain.

Hal ini disampaikan Hermawan Kartajaya selaku Founder & Chairman MarkPlus, Inc., saat membuka  acara Talk show Marketeers Goes to Campus episode 22 yang disajikan melalui aplikasi Zoom Meeting dan ditayangkan secara langsung oleh channel YouTube MarketeersTV, pada Sabtu (4/9/2021).

Dalam diskusi kali ini, Rektor Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., diundang sebagai narasumber bersama Ketua STAB Nalanda, Dr. Muljadi, S. Kom., MM.

Unisnu dan Markplus


Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., menyampaikan bahwa ilmu marketing dibutuhkan dalam mengelola perguruan tinggi. Dalam strategi pemasaran, sebuah perguruan tinggi hendaknya membangun kompetensi sumber daya manusia untuk menghasilkan pengaruh atau karya produktif yang tentunya dapat bermanfaat bagi internal perguruan tinggi itu sendiri dan juga kepada masyarakat.

Dalam memperkuat brand image dan kesan masyarakat terhadap kampus, lebih lanjut Rektor Unisnu Jepara menyampaikan, “Yang paling penting dalam hal ini adalah memahami mindset. Berbicara tentang brand image, kita harus membangun kebersamaan dengan masyarakat, karena adaptasi dan transformasi merupakan sebuah kenyataan yang berdampingan dengan lingkungan, jika keduanya sudah terbentuk, baru kita membuat rancangan strategi untuk menatap dan mewujudkan masa depan”. Ungkapnya.

Unisnu Jepara juga menjadi salah satu kampus Nahdlatul Ulama di Indonesia yang menerima kehadiran mahasiswa non-muslim guna menguatkan karakter kebangsaan akademik untuk menerima keberagaman kepercayaan di Indonesia.

Selain itu, Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., menegaskan bahwa Unisnu Jepara selalu memaksimalkan enersi moral, karena moral adalah elan vital serta semangat dasar bagi kehidupan yang harus diwujudkan dalam bentuk ketahanan sebagai peluang, ketahanan itu sendiri terfokus pada 5 hal : ketahanan hidup; ketahan sehat; ketahanan muda; ketahanan kesempatan (sesuatu yang tidak boleh kita abaikan); dan ketahanan kecukupan (sebagai prinsip agama).

Unisnu Jepara juga turut berperan aktif dalam menghadapi krisis pandemi saat ini, hal ini diwujudkan Unisnu Jepara dengan membentuk satgas covid-19 yang terlibat langsung  memfasilitiasi terselenggaranya vaksinansi covid-19 bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan juga masyarakat umum.

Hermawan Kartajaya menegaskan bahwa perguruan tinggi di seluruh Indonesia dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang terjadi hingga mampu beradaptasi dengan pandemi yang tengah terjadi. “Jangan jadikan pandemi covid-19 sebagai hambatan, tapi jadikan sebagai pemicu perubahan,” tandasnya.