Program Kerja 2019/2020, Instrumen Menuju Unisnu Unggul

Program Kerja 2019/2020, Instrumen Menuju Unisnu Unggul

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara saat ini sudah berstatus terakreditasi dengan peringkat Sangat Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, serta berada pada kluster madya dalam pemeringkatan perguruan tinggi nonvokasi yang dilaksanakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2018.


Capaian yang sangat baik tersebut tidak lantas membuat para pemangku kepentingan berpuas diri.Usaha untuk meningkatkan mutu Unisnu terus dilakukan demi memberikan layanan pendidikan tinggi dengan kualitas terbaik pada masyarakat. Dokumen perencanaan pengembangan lima tahunan dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra) 2019-2024 telah disusun. Selanjutnya, Renstra perlu dijabarkan dalam dokumen perencanaan tahunan yang berbentuk program kerja.


Penyusunan program kerja Unisnu tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan dalam rapat kerja (raker) bertempat di Gedung Program Pascasarjana Lantai 1. Kegiatan yang berlangsung sehari pada Kamis, 11 Juli 2019 tersebut bertema “Rasionalisasi Renstra dalam Program Kerja; Meningkatkan Kualitas dan Peringkat Unisnu Jepara”.


Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu), Dr. H. Shodiq Abdullah, M.Ag. membuka secara resmi raker yang diikuti diikuti 80 orang terdiri atas pimpinan Unisnu, fakultas, program pascasarjana, lembaga, biro, unit pelaksana teknis, program studi, unsur Dewan Perwakilan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa, serta perwakilan pengurus harian Yaptinu. 


Sebelum membuka kegiatan, Ketua Umum Yaptinu berpesan bahwa dalam proses menaikkan peringkat dan kualitas Unisnul, kebersamaan dan rasa saling percaya antara Yaptinu dan Unisnu sangatlah penting. “Jika ada saran atau kritik dari satu pihak, maka haru dimaknai sebagai gagasan  untuk memajukan Unisnu. Dalam raker ini mari kita mencari ide terbaik dengan menyampingkan ego” ujarnya.  


Pesan yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan Rektor Unisnu Jepara, Dr. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. dalam sambutannya. Beliau berujar “Dekatkan persamaan, jauhkan pebedaan, mari kita dahulukan kepentingan Unisnu di atas kepentingan pribadi dan golongan”. Pada akhir sambutannya, Rektor berterima kasih pada pihak-pihak yang telah melakukan terobosan dalam pengelolaan Unisnu, seraya memotivasi program studi di Unisnu dapat memperoleh peringkat akreditasi unggul (A) seperti yang sudah didapat program studi S-1 Pendidikan Agama Islam.


Raker dibagi ke dalam tiga komisi. Komisi I membahas bidang akademik, kelembagaan, pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bidang administrasi umum, aset, keuangan pengembangan SDM dibahas pada Komisi II, serta Komisi III membahas kemahasiswaan, alumni, hukum, humas, kerja sama, pemasaran dan kewirausahaan. Penutupan raker dijadwalkan pada Kamis sore (11/7) melalui pleno, dengan diisi pembacaan hasil-hasil pembahasan tiap komisi.