Prof. Mohammad Nuh: Unisnu Bridge To The Future

Prof. Mohammad Nuh: Unisnu Bridge To The Future

Menteri pendidikan dan kebudayaan periode 2009 – 2014,  Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA mengunjungi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Rabu (26/5/2021). Kunjungan ini merupakan kali kedua mantan menteri kabinet SBY itu ke Unisnu Jepara setelah sebelumnya beliau pernah memberikan kuliah umum pada tahun 2012.

Kedatangan Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA disambut oleh Ketua Umum Yaptinu Dr. H. Shodiq Abdullah, M.Ag,, Rektor Unisnu Dr. H. Sa’dullah Assaidi, M.Ag, Ketua Dewan Pembina Yaptinu, Drs. H. Mohammad Najib, M.Si., pejabat struktural Unisnu dan juga segenap pengurus dan pembina Yaptinu Jepara.

Dalam sambutannya Rektor Unisnu Jepara berterima kasih kepada Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Unisnu Jepara. Beliau juga berharap dengan kunjungan dana pa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA bisa bermanfaat dan menjadi motivasi bagi Yaptinu dan Unisnu untuk lebih meningkatkan kualitasnya sebagai Universitas NU.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua umum Yaptinu  Dr. Shodiq Abdullah, M.Ag,, dalam sambutannya, ketua Umum Yaptinu berharap adanya masukan dari Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA untuk bahan evaluasi dan motivasi bagi Yaptinu dan Unisnu Jepara untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan perguruan tinggi yang lain.

Kegiatan silaturrahim antara Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA dengan Yaptinu dan Unisnu Jepara berlangsung pada pukul 16.30 WIB di Ruang Seminar Rektorat lantai 1. Pada dialog yang berlangsung dengan santai tersebut, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA berbagi pengalamannya ketika beliau menjabat Menteri Pedidikan dan Kebudayaan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA berpesan kepada Yaptinu dan Unisnu untuk terus kompak, saling mendukung satu sama lain dalam memajukan Unisnu “Apabila ada dua orang berserikat dalam kebaikan, maka Allah yang ke-tiga, apabila ada 3 orang berserikat, maka Allah jadi yang ke-empat dimana akan ada pertolongan dari Allah, selama tidak ada khianat diantara mereka, kata kuncinya disitu. Makanya, monggo diajak bareng-bareng semua”. Ujarnya. 

Di akhir silaturrahmi, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA berpesan kepada masyarakat Jawa Tengah, khususnya Jepara, untuk tidak ragu menaiki kendaraan yang bernama Unisnu, karena Unisnu saat ini sedang grow up, terus berkembang dan tumbuh dengan baik. “Konsep Unisnu adalah kesatuan, memadukan antara ilmu agama dan dunia, knowledge, skill dan attitude menjadi kesatuan. Dan satu lagi yang tidak kalah penting, Unisnu itu belakangnya NU, sebuah organisasi yang tidak diragukan lagi keIndonesiaannya, bahkan termasuk pendiri dan pengaman NKRI. Kehadiran NU real di lapangan ini diterjemahkan dengan kehadiran Unisnu. Oleh karena itu Unisnu ini adalah bridge to the future, jembatan untuk menuju masa depan. Selamat berjuang mahasiswa Unisnu, yakinlah kalian semua untuk menjadi bagian dari sivitas akademika Unisnu Jepara”. Pungkasnya.