Prodi PGSD Unisnu Jepara Gelar Workshop Strategi AKM bagi Guru SD

Prodi PGSD Unisnu Jepara Gelar Workshop Strategi AKM bagi Guru SD

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara perkuat sekolah binaan di tingkat sekolah dasar.

Sekolah binaan merupakan realisasi dari tri dharma perguruan tinggi, juga untuk menjalin kerjasama dengan sekolah dasar di wilayah Kabupaten Jepara. Sekolah binaan diadakan setiap tahun dan dikemas dalam kegiatan workhsop. Workhsop yang diadakan kali ini bertema “Strategi Guru Mempersiapkan AKM Menuju Sekolah Dasar Berkualitas”. Menghadirkan narasumber Widi Ardianto, M.Pd., yang merupakan praktisi guru SD sekaligus Dosen PPG UNNES.

Tahun ini, program tersebut diikuti oleh para guru di SD Negeri 1 Kuanyar dan SD N 2 Kuanyar, pelaksanaan kegiatan tersentral di SD N 1 Kuanyar Mayong, Jepara. Selasa (12/10/2021), secara luring dengan menerapkan protokol pencegahan covid-19.

Assessment Kompetensi Minimum (AKM) adalah  penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK, Drs. Abdul Rozaq, M.Ag. menyampaikan bahwa Prodi PGSD memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam upaya mengembangkan pendidikan di sekolah dasar. Salah satunya melalui program sekolah binaan. Beliau berharap bahwa Program sekolah binaan dapat memberikan kontribusi ke sekeolah. 

Sementara itu Kaprodi PGSD, Erna Zumrotun, M.Pd., menjelaskan sekolah binaan ini dimaksudkan memberikan pendampingan bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan memperkaya wawasan kependidikan yang tentunya dengan tema sesuai kebutuhan dari pihak sekolah. Untuk tahun ini program sekolah binaan bertujuan untuk membantu guru dalam mempersiapkan AKM menuju sekolah dasar berkualitas.

SEKOLAH BINAAN PGSD, 2021 - 2

Kaprodi PGSD Unisnu Jepara, bersama narasumber dan Kepala Sekolah SD N 1 Kuanyar, serta Kepala SD N 2 Kuanyar, Mayong, Jepara. Selasa (12/10/2021)

Sedangkan Widi Ardianto, M.Pd. selaku narasumber, dalam paparannya menjelaskan AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat. Maka dari itu, dalam mempersiapkan AKM, dibutuhkan keterampilan pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif berbasis masalah agar mampu meningkatkan daya penalaran peserta didik dalam memecahkan permasalahan sehingga mampu berpikir kritis dan kreatif.

“Harapan Saya, para guru senantiasa mengupgrade pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat menghasilkan peserta didik (learning outcomes) yang berkualitas”. Pungkasnya.

Pelaksanaan program sekolah binaan diakhiri dengan kegiatan praktik membuat soal-soal literasi maupun numerasi dengan Higher order thingking skill (HOTS) dengan tujuan agar para peserta terbiasa memberikan soal yang berbobot seperti soal AKM.