Prancis vs Kroasia; Balas Dendam vs Ukir Sejarah

Prancis vs Kroasia; Balas Dendam vs Ukir Sejarah

Prancis vs Kroasia; Balas Dendam vs Ukir Sejarah.

Oleh: Fathur Rohman, M.Pd.I. l Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Unisnu Jepara

Harap-harap cemas menunggu siapa finalis Piala Dunia 2018 sekarang terjawab sudah. Setelah melewati laga yang cukup sengit, akhirnya Prancis & Kroasia berhasil melaju ke partai puncak yang akan dihelat 15 Juli nanti.

Bagi Prancis, final kali ini merupakan final ketiga selama keikutsertaannya di Piala Dunia. Bisa saja ini menjadi ajang balas dendam Prancis yang di final keduanya tahun 2006 kandas di tangan Italia dan di Final Euro kemarin digagalkan Portugal. Sementara bagi Kroasia, ini adalah final pertama dan sudah barang tentu mereka juga ingin mengukir sejarah dengan menggondol Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Jika melihat perjalanan kedua tim, secara umum mungkin bisa dikatakan berimbang. Baik Prancis maupun Kroasia sama-sama belum pernah mengalami kekalahan. Di fase grup, Kroasia terbilang lebih unggul karena berhasil menyapu bersih semua laga, sementara Prancis sekali menuai hasil seri.

Tetapi kalau dilihat dari perjalanan di 16 besar, Prancis mungkin lebih meyakinkan. Mereka belum pernah sekalipun melewati pertandingan dengan perpanjangan waktu. Gol-gol kemenangan Prancis selalu dicetak di waktu normal, bahkan sebelum injury time. Apalagi tim-tim yg dipulangkan Prancis notabene juga tim unggulan macam Argentina, Uruguay, & Belgia. Menariknya, di setiap pertandingan, Prancis selalu mencetak gol lebih dulu. Meskipun lawan bisa menyamakan kedudukan, atau berbalik unggul seperti saat lawan Argentina, toh mereka tetap bisa memastikan kemenangan dalam 90 menit. Ini artinya, Prancis sangat efektif dalam menciptakan gol & mempertahankan keunggulan.

Berbeda dengan Kroasia, plot yang mereka jalani relatif lebih mudah. Barangkali hanya Inggris satu-satunya tim berpredikat unggulan yang mereka singkirkan di fase gugur. Namun nyatanya semua itu dilewati Kroasia dengan perpanjangan waktu, dua di antaranya, yakni lawan Denmark & Rusia, malah harus diakhiri dengan adu tos-tosan. Di semua laga itu pula, Kroasia selalu tertinggal lebih dulu, tetapi untungnya mereka juga selalu mampu menyamakan kedudukan, dan bahkan membalikkan keadaan. Sisi positifnya, Kroasia punya modal mentalitas & pengalaman dalam mengatasi tekanan saat tertinggal, terlebih saat harus menjalani babak tambahan atau adu penalti. Modal inilah yang mungkin tidak dimiliki Prancis saat ini.

Sesuai "terawangan" saya, Prancis tampaknya akan berjuang mati-matian untuk memenangkan laga di waktu normal. Mereka akan berusaha mencuri gol cepat via kombinasi penyerang Mbappe-Griezmann atau memaksimalkan peran para bek untuk menjebol jala lawan lewat bola-bola mati, lalu mengamankan keunggulan hingga peluit panjang. Sejauh ini, lini serang & pertahanan Prancis selalu menjadi sumber gol & aktor kemenangan Prancis.

Tapi Kroasia bukanlah tim kemarin sore yg mudah dikadali. Dengan kecerdasan & skill ciamik trio Modric-Brozovic-Rakitic, Kroasia akan berusaha menguasai lini tengah & mengendalikan permainan. Mereka juga punya para penyerang cepat yang lihai mencari posisi & tak jarang memenangi duel dengan bek lawan. Satu-satunya PR Kroasia adalah lini pertahanan yang kerapkali lengah di awal laga.

Nah, melihat track record & peta kekuatan kedua tim, laga final nanti tampaknya akan berjalan sengit & alot. Adu strategi, skill, fisik, bahkan intrik di atas lapangan akan menyajikan drama yang bisa membuat senam jantung di sepanjang laga. Bukan tidak mungkin perang akan berlanjut ke babak tambahan atau adu penalti, mengingat di 3 edisi Piala Dunia terakhir pertandingan selalu diakhiri dengan babak tambahan.

Patut kita nantikan, apakah Prancis mampu memanfaatkan kelemahan Kroasia untuk mendulang gol lebih dulu dan mempertahankan keunggulan di waktu normal? Ataukah Kroasia mampu menahan Prancis dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan atau adu penalti?

Kita tunggu saja tanggal mainnya. Siapkan fisik dan stamina yang prima supaya kuat “lek-lekan” sampai subuh. Jangan lupa setel alarm HP, buat jaga-jaga kalau nanti ketiduran. Cek juga persediaan kopi dan cemilan, kalau sudah kosong segera diisi lagi. Dan yang paling penting, siapapun jagoannya, harus tetap berpikir waras. Tak usah saling mengolok, apalagi gontok-gontokan. Ingat, siapapun juaranya, kita tidak akan kecipratan bonusnya. Pagi harinya kita juga masih harus tetap masuk kerja. Jadi, woles saja! Prancis atau Kroasia, monggo mau poor berapa?