PMII Unisnu Jepara Gelar Sekolah Aswaja

PMII Unisnu Jepara Gelar Sekolah Aswaja

JEPARA - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sultan Hadlirin Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, menggelar Sekolah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di Gedung PC NU Jepara, pada 12-13 Desember 2020.

Kegiatan yang mengusung tema "Aswaja dalam Multi Perspektif" itu diikuti kader PMII dari berbagai daerah, seperti Jepara, Tegal, Sukoharjo, Pati, Solo, dan Madura.

Sekolah Aswaja menyajikan lima materi kepada peserta, yaitu Menbincang Islam Nusantara, Aswaja Perspektif Sosial Budaya, Aswaja Perspektif Sosial Budaya Politik, Aswaja Perspektif Sosial Budaya Feminisme, dan Strategi Pengembangan Aswaja.

Ketua Pengurus Komisariat PMII Sultan Hadlirin Unisnu Jepara, Wisnu Aji, mengatakan bahwa Sekolah Aswaja merupakan bukti bahwa PMII tidak meninggalkan prinsip Ahlussunah Wal Jamaah yang dianut Nahdlatul Ulama.

"Cara pandang ber-Islam yang tidak anti budaya dan tradisi yang disebut Islam Nusantara, dengan pendidikan Sekolah Aswaja ini, akan menambah landasan penguatan dalam berpikir dan bertindak.” ujar  Wisnu. Selain itu, Wisnu juga mekankan pentingnya memaknai aswaja dalam multiperspektif, “Aswaja tidak hanya dimaknai  sebagai manhajul fikr (kerangka pikir) tetapi juga sebagai manhajul harokah (landasan bergerak), sebagai generasi muda, kita tidak hanya mampu berpikir saja dalam tataran konsep tetapi juga harus bisa bertindak," tandasnya.

Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan, bahwa aswaja merupakan falsafah hidup yang membentuk sistem keyakinan, metode pemikiran dan tata nilai. Dengan cakupan itu, Aswaja menjadi sangat luas dan menyeluruh, sehingga bisa disebut way of life (cara hidup) sebagaimana Islam itu sendiri. “Mengamalkan ajaran aswaja tidak hanya diniati sebagai ajaran agama, tetapi sekaligus juga dipahami sebagai tradisi dan budaya.” pungkasnya.