Penjelajahan Catatan Portugis, Ikhtiar Tim Kajian Ratu Kalinyamat Usulkan Retno Kencono sebagai Pahlawan Nasional

Penjelajahan Catatan Portugis, Ikhtiar Tim Kajian Ratu Kalinyamat Usulkan Retno Kencono sebagai Pahlawan Nasional

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pusat Studi Ratu Kalinyamat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan Seminar Nasional "Penjelajahan Catatan Portugis: Rainha de Japara alias Retno Kencono alias Ratu Jepara alias Ratu Kalinyamat".

Seminar Nasional berlangsung di Grand Rama Ballroom, Patra Hotel & Convention, Semarang, Rabu (31/3/2021), dilakukan dengan model luring dan daring, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unisnu Jepara Channel.  

Hadir sebagai narasumber yakni Dr. Connie Rahakundini Bakrie (Akademisi, Pengamat Bidang MIliter, Pertahanan, Keamanan, dan Maritim), Dr. Alamsyah (Dosen Sejarah Undip dan Tim Pakar Ratu Kalinyamat YDBL), Dr. Widya Inayati (Kepala Pusat Studi Wanita dan Dosen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM), Chusnul Hayati (Dosen Sejarah Undip dan Tim Pakar Ratu Kalinyamat YDBL), serta Prof. Vitor Teixera (Catolica Universidade Portuguesa, Porto, Portugal) yang juga menjadi narasumber secara daring. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, S.S., M.M., yang merupakan penggerak pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional bertindak sepagai keynote speaker secara daring.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual menyatakan dukungannya terhadap pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. “Dalam konteks Rainha de Japara, keberadaan manuskrip sangat penting. Proses pengungkapan sejarah Ratu Kalinyamat perlu waktu, namun akan mempertebal kebanggaan kita sebagai bangsa” ujar Ganjar Pranowo.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, S.S., M.M., menilai, bentuk perjuangan yang ditunjukkan Ratu Jepara itu terungkap dalam sejumlah kajian ilimiah, yang layak sebagai dasar dukungan untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional. "Seminar ini adalah bentuk pertanggungjawaban dari tim kajian Ratu Kalinyamat untuk melengkapi persyaratan administrasi  pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional". Ungkapnya. 

Senada dengan Lestari Moerdijat, Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Prof. Dr. Ratno Lukito menyampaikan, saat ini timnya memiliki delapan sumber primer yang mencatat sepak terjang Rainha de Japara antara lain pada pristiwa peperangan pada tahun 1551, 1564, 1565, 1574 di Malaka dan Ambon saat menyerang keberadaan Portugis.

Perjuangan Suci

Dalam sambutannya, Rektor Unisnu Jepara, Dr. H. Sa’dullah Asaa’idi, M.Ag. berpendapat, mewujudkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional adalah perjuangan suci. “Fakta sejarah yang ada saat ini adalah salah satu bukti eksistensi yang sudah terverifikasi, bahwa Ratu Kalinyamat mampu menguasai nusantara, bahkan Asia di masa lalu. Kondisi itu patut diteladani bangsa ini”. Pungkasnya

Pengamat Militer, Pertahanan, Keamanan dan Maritim, Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan, eksistensi Ratu Kalinyamat di nusantara dan Asia ada karena dia memiliki dukungan kekuatan militer, budaya dan ekonomi.

Seperti halnya yang disampaiakan Wakil Ketua MPR RI, bahwa tujuan diadakannya Seminar Nasional ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban dari tim kajian Ratu Kalinyamat untuk melengkapi persyaratan administrasi pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional, kepada Bupati Jepara untuk selanjutnya diusulkan kepada pemerintah pusat.