Meningkatkan Kompetensi Bahasa Arab - Inggris Santri Melalui Media

Meningkatkan Kompetensi Bahasa Arab - Inggris Santri Melalui Media

Tim pengabdian masyarakat Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat di Pesantren Al-Mustaqim Bugel Kedung Jepara. Program tersebut mengambil tema audio flashcard sebagai upaya terobosan program bilingual. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri dalam membuat media audio flashcard, untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggris, terutama pada speaking skill, supaya para santri cakap dalam berbahasa Arab Inggris aktif serta menunjang program bilingual pesantren.


Program tersebut merupakan salah satu program Hibah Pengabdian dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti tahun 2019. Pelaksana program ini merupakan kolaborasi tiga dosen lintas program studi di Unisnu Jepara, yakni Olivya Revalita Candraloka, M.Pd dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Azzah Nor Laila dari Prodi Pendidikan Agama Islam, dan Eko Darmawanto, M.Pd. dari Prodi Desain Komunikasi Visual. 


Bentuk kegiatan program ini mulai dari pemberian motivasi pentingnya bahasa Arab Inggris, pembekalan materi Speaking serta Muhadatsah, dan pelatihan desain gambar. Pelatihan tahap awal tersebut telah dilaksanakan pada minggu keempat bulan April. Sedangkan pelatihan serta praktek pembuatan  flashcard dan penggunaannya pada tanggal 4 Mei 2019. Selanjutnya tim pengabdi juga akan melakukan pendampingan dan mengadakan Focus Group Discussion bersama para santri pada bulan berikutnya.


Pesantren al-Mustaqim pada awalnya lebih fokus pada kajian kitab kuning. Secara metodologi tata bahasa Arab, para santri sudah mahir ilmu nahwu, shorof, dan praktek membaca kitab kuning. Namun secara praktik komunikasi atau percakapan Arab Inggris, santri mengalami beberapa permasalahan. Seperti kurangnya penguasaan kosakata Arab Inggris, rendahnya kemampuan speaking dan muhadatsah karena belum terbiasa praktik secara aktif.   


Oleh karena itu, tim pengabdi menawarkan solusi dengan memberikan bekal pembuatan media audio flashcard. Audio flashcard adalah kartu yang berisi gambar, kosakata Arab, kosakata Inggris, dan barcode. Kartu dirancang untuk santri dengan variasi warna background, satu warna untuk kosakata kata kerja dan warna lain untuk kata benda. Kartu dimainkan dengan menyanyi secara berpasangan, adapun lagu dapat didengar dengan mengakses link barcode yang ada di kartu.


Ketua tim pengabdian, Olivya Revalita Candraloka mengungkapkan Melalui pembiasaan memainkan kartu serta menyanyikan lirik percakapan Arab Inggris tersebut, santri dengan sendirinya akan terbiasa berbicara Arab Inggris. Pembelajaran bahasa di pesantren juga menjadi lebih rileks dan menyenangkan”