Melalui Video Pendek, Mahasiswa Unisnu Jepara Raih Prestasi Tingkat Nasional

Melalui Video Pendek, Mahasiswa Unisnu Jepara Raih Prestasi Tingkat Nasional

UNISNU JEPARA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Kali ini dari Tim Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), yang berhasil meraih juara 3 Tingkat Nasional dalam Lomba Video Pendek Kategori Mahasiswa.

Lomba video pendek tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka Launching Aksi Moderat Beragama dengan tema “Menyemai Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kebhinekaan”.

Hasil lomba tersebut diumumkan pada Malam Peluncuran Aksi Moderat Beragama, Rabu (22/09/2021), yang disiarkan secara langsung melalui Channel YouTube Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Pendis Channel.

Prestasi Mhs FDK, 2021. 2

”MOMOL”, karya mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara meraih juara 3 tingkat nasional, diumumkan pada Malam Peluncuran Aksi Moderat Beragama, melalui akun resmi Channel YouTube Ditjen Pendis RI. Rabu (22/09/2021)


Video pendek yang berhasil menyabet juara 3 tingkat nasional itu berdurasi 60 detik, dan di produksi oleh Deni Saputra sebagai pemeran, Aufa Maulana Hidayat sebagai pemeran, Roos Hendri Nur Wahyu Utomo sebagai kameramen, dan M. Syaifur Roqib sebagai editor, keempatnya merupakan mahasiswa Prodi KPI Unisnu Jepara.

Video pendek tersebut menceritakan seorang pemuda yang mempunyai ketaatan dalam menjalankan perintah agama, dan selalu berbuat baik kepada siapa saja. Pada suatu siang suara adzan berkumandang menandakan waktu sholat dzuhur telah tiba, seperti biasa pemuda itu selalu bergegas untuk pergi melaksanakan shalat berjamaah ke Masjid. Di tengah perjalanan menuju masjid, sang pemuda terkejut karena ada seorang warga berkendara motor dengan membawa momol (daun jagung) yang hampir saja menabraknya dipertikungan jalan, karena tidak bias menguasai kendaraanya, akhirnya pengendara motor tersebut terjatuh  bersama momol yang ia bawa. Sontak pemuda itu langsung memberikan pertolongan pertama kepada pengendara motor di tempat kejadian, disisi lain suara iqomah sudah terdengar sebagai tanda sholat dimulai dan pemuda itu tidak sempat mengikuti sholat berjamaah di masjid.

M. Syaifur Roqib, salah satu tim mengungkapkan, bahwa pesan yang ingin disampaikan melalui video pendek berjudul “Momol” ini adalah sebagai pengingat kepada kita semua agar selalu mengutamakan persaudaraan antar sesama meskipun suatu saat nanti kita menemui perbedaan-perbedaan diantaranya. “Meskipun ibadah shalat berjamaah itu baik akan tetapi menolong saudara  juga sama baiknya meskipun nantinya kita tahu akan perbedaan agama. Karena sejatinya perbedaan itu bisa menyatukan, bukan menjadi pemecah belah”. Pungkasnya.