Melalui Aplikasi Kotana, Mahasiswa Unisnu Raih Prestasi Di Ajang Nasional

Melalui Aplikasi Kotana, Mahasiswa Unisnu Raih Prestasi Di Ajang Nasional

Jakarta – Berbagai aplikasi mobile berbasis android untuk menunjang aktivitas keseharian kini sudah banyak ditemukan di play store baik gratis maupun berbayar. Namun pernahkah terpikirkan oleh developer aplikasi untuk membuat sebuah aplikasi yang berkaitan dengan informasi kebencanaan bagi anak? Hal inilah yang membuat 2 Mahasiswa UNISNU Jepara terpacu untuk mengikuti kompetisi Mobile Apps Competition 2019 yang di selenggarakan oleh PLAN Indonesia bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertemakan  “ Sekolah Aman Bencana”.

PLAN Indonesia sendiri merupakan sebuah Yayasan yang aktif memperjuangkan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Terlebih berkaitan dengan kebutuhan anak terhadap edukasi siaga bencana, sejak awal agustus lalu kompetisi berskala nasional ini membuka pendaftaran kompetisi untuk umum dengan kategori tim ataupun individu. 

Sekolah siaga bencana yang dicanangkan pemerintah sendiri merupakan program berbasis sekolah dalam rangka membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Indonesia. Program ini bertujuan menggugah kesadaran seluruh unsur, baik individu maupun kolektif, di sekolah dan lingkungan sekolah agar memahami dan siap menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Selain menjadi ajang pencarian bakat bagi developer IT, kompetisi ini bertujuan untuk mengapreasiasi karya anak bangsa dalam pengembangan aplikasi mobile. Total hadiah ada sekitar 35 juta diperuntukkan bagi 5 kandidat yang lolos sampai babak final, adapun final kompetisinya sendiri digelar di Hotel AONE Jakarta 17 september 2019.  

Pada ajang Digital Learning Apps Competition yang diselenggarakan oleh PLAN International tersebut, aplikasi “KOTANA” yang mulai dikembangkan pada awal september 2019 oleh 2 mahasiswa UNISNU Jepara yaitu Dicky Daryono dan Nur Ahmad Mutanassik ini lolos pada tahap presentasi hingga coding akhir.

Mahasiswa jurusan teknik informatika UNISNU Jepara semester 7 tersebut berhasil menyisihkan sekitar 50 tim yang turut serta pada ajang kompetisi nasional tersebut, Inovasi yang diciptakan keduanya merupakan aplikasi edukasi sekolah aman bencana dengan target SD-SMP dengan konsep edukasi upaya penyelamatan saat terjadinya bencana. Aplikasi nya sendiri berbasis android menggunakan bahasa pemrograman dart dan framework flutter.

“Aplikasi yang kita buat tergolong cukup simple, bahkan awalnya tidak menyangka akan lolos hingga lima besar. Karena targetnya siswa SD-SMP, jadi keunikan yang kita angkat di aplikasi kita adalah mudah dipahami, mudah dimengerti, desain dan materi juga kita buat semenarik mungkin. Tidak terlalu bertele-tele.” terang Mutanassik.

Akhmad Khanif Zyen, M.Kom selaku ketua program studi teknik informatika mengatakan, “Dari prodi tentu selalu mendukung dan membimbing selama kompetisi berlangsung, dan ini menjadi kebanggaan tersendiri, walaupun posisinya dari kota kecil tetapi bisa bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari kota besar yg notabenya sering muncul sebagai juara. Harapannya aplikasi tersebut dapat di manfaatkan secara riil untuk adik-adik kita di tingkat sekolah dasar sampai menengah, agar bisa dirasakan manfaatnya untuk edukasi kebencanaan sejak dini berbasis android mobile.