Manfaatkan Limbah FABA, 30 Mahasiswa UNISNU JEPARA KKN di 5 Desa di Jepara.

UNISNU.ac.id – Mahasiswa Unisnu Jepara lakukan survey lokasi dalam program KKN Kedaireka.  Survey tersebut merupakan rencana relokasi pembangunan daerah wisata pantai blebak, yakni Pembangunan kios dan renovasi di wilayah pesisir pantai blebak, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kepala desa Sekuro tentang usulan untuk melakukan pemetaan lahan pantai yang akan direlokasi. Pihak pemerintah Desa Sekuro mengususlkan pemetaan pantai blebak sebagai salah satu bagian dari program KKN Kedaireka. setelah tahapan survey lokasi, tim KKN kemudian melakukan rencana dan membuat konsep desain terkait lokasi wisata yang akan dibangun ruko.

Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKN Kedaireka berkoordinasi dengan ketua pengurus pantai Blebak, yakni mas kohang terkait  pengarahan dan informasi tentang lokasi wisata pantai. Lokasi pantai blebak dipilih guna memanfaatkan potensi area wisata supaya bisa meningkatkan jumlah wisatawan.

Tidak hanya melakukan kegiatan di Pantai Blebak,  mahasiswa KKN  Kedaireka juga lakukan pendampingan untuk perencanaan pembangunan “Bringin Sport Center” yang berada di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Seperti di Pantai Blebak, mahasiswa KKN juga terlebih dulu melakukan Survey lokasi  yang akan dijadikan tempat pusat olahraga di desa Bringin.

Yayan Adi Saputro , S.T, M.T, Dosen pembimbing kegiatan ini menuturkan bahwa KKN tematik ini merupakan rangkaian program kedaireka precast FABA hibah dari dikti yang berlokasikan di  Desa bringin, Lebak, selagi, Mulyoharjo, dan Sekuro. “Jadi dalam program ini kami memanfaatkan limbah FABA menjadi sesuatu yg memiliki nilai tinggi khususnya dalam konstruksi, Kemudian yang di desa adalah sebagai bentuk sosialisasi penggunaan FABA, harapannya dalam perancangan bangunan dapat memasukkan unsur FABA”. Ujarnya

Lebih Lanjut, Dosen Teknik Sipil yang juga merupakan Alumni Unisnu tersebut  mengatakan bahawa program selanjutnya adalah mengadakan program pelatihan pemanfaatan FABA. “Agenda kedepan akan membuat pelatihan dalam pemanfaatan baik untuk precast maupun ornamen, namun hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan desa masing-masing. Untuk progres saat ini masih fokus dalam menyelesaikan perencanaan pembangunan untuk tahun depan, meliputi, gambar kerja, 3D, dan RAB”. Pungkasnya.

FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) merupakan limbah pembakaran batu bara berbentuk abu yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan paving, kanstin, tertrapot, Buis beton, berier, dan juga ornamen bergaya islami. KKN Tematik ini diikuti oleh 30 Mahasiswa yang terdiri dari 20 mahasiswa Teknik sipil, 5 mahasiswa desain produk, 1 dari prodi manajemen , dan 4 dari Prodi Ekonomi Islam yang terbagi dalam 5 kelompok. (Ron/Humas)