JEPARA - Mahasiswa UNISNU lakukan rukyah hilal penentuan awal Ramadhan 1438 H di Pantai Kartini Jepara, Jum’at (26/5/2017) sore, bersama dengan Pengadilan Agama, Kementerian Agama, KUA, MUI Jepara dan Lembaga Falakiyah NU Jepara. Tim falak dari Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara membawa dua teropong, terdiri dari teropong manual dan digital. Mahasiswa sangat antusias mengikuti rukyah karena menjadi media pembelajaran praktis bagi mereka. Pemahaman tentang teori yang diperoleh saat kuliah diuji dalam rukyah hilal tersebut. Kegiatan diawali dengan penjelasan teknis ru’yah oleh Ahmad Zabidi, Ketua Lembaga Lajnah Falakiyah NU Jepara. Ahmad Zabidi menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, waktu matahari terbenam sekitar pukul 17:28:06,82 dan terbenamnya hilal sekitar pukul 18:06:18,52. Menurutnya kemungkinan tampaknya hilal sangat besar karena tinggi hilal saat matahari mencapai 8º 20’41,43” di atas ufuk. “Hilal minimal dapat dilihat dengan ketinggian 5º, sehingga dengan ketinggian mencapai 8º tersebut maka kemungkinan besar hilal dapat terlihat” jelasnya. Ia melanjutkan bahwa posisi hilal terletak di arah selatan dengan kemiringan 2º04’50,22”. Hingga pukul 18.00 WIB, belum ada peserta rukyah yang melihat hilal. Kondisi langit yang mendung menjadi salah satu faktor peserta kesulitan melihat hilal secara jelas. “Siapa yang berani bersumpah telah melihat hilal di sore hari ini” tanya hakim dari Pengadilan Agama Jepara kepada seluruh peserta. Namun, tidak ada satu pun yang berani bersumpah. (Sri Pujiati/ LPM BURSA)