Mahasiswa Unisnu Ikuti Pelatihan Jurnalistik bersama Media Grup

Mahasiswa Unisnu Ikuti Pelatihan Jurnalistik bersama Media Grup

Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Media Grup, Selasa - Kamis (23-25/7/2019). Sebanyak 30 mahasiswa yang terdiri dari elemen lembaga pers mahasiswa antusias dalam pelatihan yang diselenggarakan di ruang seminar Pascasarjana Unisnu Jepara.

Pelatihan Jurnalistik ini merupakan rangkaian kegiatan “Media Grup Goes to Campus”, kerja sama antara Unisnu Jepara dengan Media Grup. Selama 3 hari, para peserta mendapatkan pelatihan seputar Teori dan tahapan dalam pembuatan newsletter, madding dan majalah, pelatihan editorial, Organisasi newsroom dan juga teori desain dalam pembuatan newsletter, mading dan majalah.

Pemateri dalam pelatihan jurnalistik selama tiga hari ini adalah Kleden Suban wartawan senior Media Indonesia, visual editor Media Indonesia Briyan B Hendro, Mantan wartawan Media Indonesia dan penulis buku Gantyo Koespradono dan juga Didik Suryantoro dari metro TV.

Dalam pelatihan, Kleden memberikan materi tentang editing dan manajemen organisasi penerbitan baik Majalah, Newsletter dan juga  mading. “Editing adalah proses kreatif dan intelektual untuk memvalidasi, memeriksa, menyeleksi, mengubah, memperbaiki naskah agar layak dibaca, tujuannya supaya berita menjadi jelas, logis dan mudah dipahami” Ujar Kleden Suban dalam materinya.

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa substansi dari editorial adalah memeriksa ketepatan data dan fakta, apakah naskah memenuhi nilai-nilai jurnalistik dan kriteria layak muat, memeriksa doktrin fairness termasuk azas balance dan kroscek ke berbagai narasumber.

Visualisasi merupakan pilihan utama untuk menarik perhatian, visual jurnalisme yang kuat penting untuk menggiring masyarakat agar tertarik untuk melihat dan membaca berita yang disajikan oleh suatu media. “Orang cenderung lebih suka membuka media sosial jika dibandingkan dengan membaca banyak tulisan, Oleh karena itu media massa harus memberikan porsi yang besar pada visualisasi, agar pembaca lebih mudah mencerna berita”. Ujar Visual editor Media Indonesia, Briyan B Hendro.

Selain mendapat kucuran teori jurnalistik, para peserta juga melakukan praktik menulis berita dan menyajikannya dalam bentuk majalah, newsletter dan juga  majalah dinding.  Di penghujung acara, karya para peserta dipresentasikan dan mendapat penilaian oleh para pemateri.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena kami para peserta diberi materi langsung oleh praktisi senior yang sudah beroengalaman puluhan tahun, kita jadi tahu cara penulisan berita yang layak dimuat, etikanya, bahkan artistiknya”. Ujar David, salah satu peserta pelatihan jurnalistik dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.