Mahasiswa PAI Sabet Juara 2 Lomba Esai se-Jateng

Mahasiswa PAI Sabet Juara 2 Lomba Esai se-Jateng

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan mahasiswa untuk terus berprestasi. Hal ini juga berlaku bagi Khilda Nur Lutfiyana, mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Esai Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Jawa Tengah, Selasa (20/10/2020).

Lomba esai tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut diselenggarakan oleh HMJ Pendidikan Agama Islam  UIN Walisongo Semarang dalam rangka memperingati Hari Lahir PAI Ke-50 dengan tema: Reformasi Pendidikan di Masa Pandemi : Beradaptasi dan Berinovasi.

Khilda lolos dengan judul esai: “Menyerukan Kembali Konsep Belajar Sepanjang Hayat: Sama-Sama Harus Belajar”. Setelah mengumpulkan naskah esai pada 27 September 2020, akhirnya di tahap penjurian pada 7 Oktober 2020, juri menyatakan Khilda sebagai Juara 2 dalam Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Provinsi Jateng tersebut.

“Saya membuat essay tersebut karena melihat dari beberapa kasus, di banyak berita, tentang adanya pendidik yang belum begitu siap dengan tantangan yg terjadi saat ini, yaitu pembelajaran yang sebagian besar, bahkan keseluruhan menggunakan teknologi digital.” Ujar Khilda

Lebih lanjut Khilda mengatakan adanya pagebluk ini telah “memaksa” semua pihak untuk sama-sama terus belajar dan menyesuaikan diri. Peserta didik maupun tenaga pendidik. Tenaga pendidik “dipaksa” untuk belajar menciptakan pembelajaran dalam jaringan yang tidak membosankan, kreatif, efektif dan tidak luput dari tujuan pendidikan, sedangkan peserta didik harus bisa lebih aktif dalam belajar, menyesuaikan diri dan memanfaatkan media daring secara maksimal. “Dengan situasi pendidikan saat ini, sebenarnya yang perlu untuk belajar tidak hanya peserta didik saja, tenaga pendidik meskipun telah menempuh pendidikan jenjang sarjana, magister atau bahkan doktor juga tidak ada alasan untuk tidak selalu belajar.” ujarnya

Khilda yang juga aktif di Organisasi LPM Idea juga banyak belajar dari capaian prestasinya ini. "Sekarang jadi lebih sadar bahwa jangan takut mencoba. Menunda mencoba ternyata menunda pencapaian. Jujur selama ini gak pernah ikut lomba. Baru pertama kali ini ikut lomba essay.” Pungkasnya.