LPPM UNISNU JEPARA Gelar Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

LPPM UNISNU JEPARA Gelar Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat

UNISNU.ac.id - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU JEPARA) mengadakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (Seno Dimas) di Auditorium Lantai 3, Gedung Perpustakaan UNISNU JEPARA serta virtual melalui meeting Zoom, Rabu (16/3/2022). Tema dalam kegiatan ini yaitu “Meningkatkan Daya Saing dan Inovasi Kreatif Melalui Pengabdian kepada Masyarakat”.

Hadir secara luring dalam kegiatan tersebut, Rektor, Kepala LPPM, serta Panitia KKN Angkatan XII UNISNU JEPARA. Hadir melalui virtual Zoom hadir para Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Dosen Pendamping lapangan, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Daftar Sekarang


Turut hadir dan berpartisipasi dari perguruan tinggi lain seperti Institut Teknologi Bandung, UNS, Institut Teknologi Nasional Jogjakarta, Universitas Islam Malang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Dr. Sisno Riyoko, M.M.,  Kepala LPPM UNISNU JEPARA menyampaikan kegiatan ini merupakan serangkaian Program KKN dan luaran artikel KKN yang nantinya akan diprosidingkan dalam kegitan Seminar Nasional kepada masyarakat. Kegiatan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh LPPM UNISNU JEPARA.

Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., Rektor UNISNU JEPARA mengemukakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang membantu menyukseskan kegiatan KKN Angkatan XII ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait dalam mengawal KKN Angkatan XII ini. Semoga dengan adanya kegiatan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat perdana ini membawa manfaat dan meningkatkan khazanah keilmuan,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, sebagai keynote speaker menyampaikan media informasi yang saat ini berkembang dengan pesat yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan yang bermanfaat dan menyesuaikan kaidah-kaidah yang ada.

“Di era industri 4.0 kita harus bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Banyak kemudahan yang dapat dilakukan melalui teknologi informasi. Literasi harus ditingkatkan dalam menghadapi bonus demografi. Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ) harus seimbang serta perlu digalakkan dalam kehidupan,” terangnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 400 partisipan melalui meeting zoom ini menghadrikan dua narasumber, yaitu Kepala Pusat Data IT  UIN Sunan Ampel Surabaya Imas Maesaroh, Dip.IM-Lib.,M.Lib.,Ph.D., dan CEO Nusantara Ojek (Nujek) Mochammad Gozali, S.E.

Imas Maesaroh menyampaikan pengabdian masyarakat diseminasi hasil penelitian bisa bermanfaat, sinergi implementasi Tri Dharma. Ia menambahkan dalam pengabadian kepada masyarakat harus menyesuaikan prinsip dasar pengabdian kepada masyarakat.

“Prinsip itu di antaranya berbasis keliwayahan, berbasis hasil riset, berdasarkan permasalahan, seinergi dan multidisiplin, kegiatan tersetruktur, target luaran jelas, dan dapat diukur, penelitian bekelanjutan, tuntas, dan bermakna,” terang Maesaroh.

Sementara itu, Mochammad Gozali menyampaikan dalam menjalankan usaha bisnis di era 4.0 perlu adanya kreasi dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi. Perlu amati, tiru dan modifikasi untuk dapat bersaing di era disrupsi saat ini. “Dalam menjalankan bisnis perlu mentor dan komunitas. Perlunya menambah jejaring, partnership, serta networking,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta seminar sangat antusias untuk berdiskusi bersama dengan para narasumber. Acara Seno Dimas ini ditutup dengan pemberian doorprize kepada peserta yang beruntung.