Kuliah Gandeng Vendor Apparel, Upgrade IT Jadi Prioritas Teknik Industri Hadapi Era Digital
UNISNU.ac.id – Era sekarang menjadi kunci utama pengembangan digitalisasi pasca pandemi, berbagai terobosan dilakukan untuk semakin dekat dengan keterbukaan informasi dan kemajuan industri terutama hadapi era 4.0.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU Jepara kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk Perkembangan Industri Saat Ini Dalam Menyongsong Era Digital. Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber Compliance Manager dari PT Starcam Apparel Indonesia.

Kegiatan yang diihadiri sebanyak 52 mahasiswa dari semester 1 dan 3 dan beberapa alumni Teknik Industri UNISNU Jepara itu diselenggarakan pada Sabtu (17/12) di Ruang Seminar Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU Jepara.

“Kuliah umum tersebut untuk mensinergikan perkuliahan di dalam kampus dengan dunia industri.,”  ujar Ketua Program Studi Teknik Industri Gunawan Mohammad.

Karena itu saya menyampaikan   terima kasihnya kepada PT Starcam Apparel Indonesia dan narasumber  Abdul Jamil yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berbagi dan sharing ilmu kepada mahasiswa Teknik Industri, tambahnya.

Ia juga   berharap, dengan adanya kuliah umum ini para  mahasiswa mendapatkan perspektif baru tentang dunia industri dan perkembangannya saat dalam menyambut era digital.

Sementara  Abdul Jamil dari dari PT Starcam Apparel Indonesia mengungkapkan  dunia industri itu sangat luas.  “Kalian harus tahu dulu apa perbedaan antara industri, pabrik, dan perusahaan. Maksud dari ketiganya tidak lain adalah untuk mendapatkan nilai lebih (value added) dari sebuah produk dan meningkatkan nilai jual.”, tambahnya.

Abdul Jamil juga menjelskan,  PT Starcam Apparel Indonesia saat ini melangkah untuk menuju teknologi 4.0, dimana untuk penyesuaian tersebut kita butuh perubahan-perubahan dan kerja ekstra agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Lebih jauh ia menjelaskan, selaku Compliance Manager diberi tugas oleh perusahaan untuk memastikan beberapa departeman dan bagian-bagian lain dalam prosesnya dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang sudah disepakati.

“Bagaimana itu bisa berjalan? Salah satu strateginya adalah dengan mendelegasikan tugas-tugas yang diberikan kepada tim sesuai dengan porsinya. Operator itu mengoperasikan, supervisor itu melakukan supervisi, manager itu mengatur. Tidak tepat kalau manager ikut mengoperasikan mesin. Lalu, ditingkat lebih tinggi lagi.”, tegasnya.

Dalam materinya ia juga menyampaikan  bahwa paradigma pun harus berubah mengikuti arus perkembangan zaman sesuai transformasi digital dengan 4 pilar perubahan yaitu teknologi, industri, inovasi dan sumber daya manusia,

“Persiapan kita dalam memulai mengikuti perkembangan teknologi harus dimulai dengan melakukan perubahan dari diri sendiri dengan menerapkan perubahan yang terkait di era digital mengikuti perkembangan digital.

Oleh karena itu, kita harus menyiapkan dari sekarang untuk meng-upgrade diri kita agar bisa menyongsong dunia digital tersebut,” ujarnya

Di akhir materinya Moh Abdul Jamil berpesan,  pinter itu penting tetapi relasi lebih penting. Karena itu  kepada seluruh mahasiswa yang hadir ia meminta untuk menjadi seorang yang multitasking, sebab kita berharap  tidak selamanya kita bekerja untuk orang.