KKN UNISNU Latih Pendidikan Karakter Lewat Kelas Teater

KKN UNISNU Latih Pendidikan Karakter Lewat Kelas Teater

               Mlonggo - Pendidikan karakter anak sejatinya bisa dimulai sejak dini, mengingat memori ingatan anak sangat kuat pada masa bangku sekolah SD. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut merupakan masa-masa emas anak. Bahkan pola asuh juga menjdi acuan dalam pendidikan karakter, salah satunya lewat kelas teater yang diselenggarakan oleh tim KKN UNISNU.

                Untuk itulah siswa-siswi SD Negeri 11 Jambu sedang berlatih teater bersama tim KKN UNISNU di ruang Perpustakaan SD. Mereka sedang melakukan latihan untuk mementaskan naskah teater dengan judul “Manusia Kardus”. Dengan berbekal naskah teks yang dibuat serta dibimbing langsung oleh tim KKN Unisnu Desa Jambu, tampak anak-anak sangat antusias mengikuti kelas teater tersebut.

                Tim KKN UNISNU Jepara Desa Jambu Kecamatan Mlonggo memberikan pendidikan karakter untuk anak-anak melalui sebuah pendidikan Teater yang di selenggaran setiap 4 hari selama satu minggu. Tepatnya pada setiap hari Senin sampai Jum’at di Sekolah Dasar (SD) Jambu Kec. Mlonggo yang dimulai sejak 30 Januari 2017 sampai saat ini.

                Kelas Teater ini merupakan sebuah pendidikan karakter yang jarang ditemui dalam dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak SD. Manfaat mempelajari dan melakukan teater bagi anak-anak ataupun remaja sanggat banyak. Diantaranya dapat melatih kepekaan perasaan, melatih rasa simpati dan empati terhadap sesama yang akan timbul saat pentas ataupun saat belajar mempraktrekkan naskah teater. Sehingga saat kita bergelut didalam dunia keteateran, itu akan menjadikan salah satu alternatif mananamkan pendidikan karakter kepada generasi bangsa (para pelajar).

                Melalui karya sastra sering diketahui keadaan, cuplikan-cuplikan kehidupan masyarakat seperti dialami, dicermati, ditangkap, dan direka oleh pengarang. Bahkan, seringkali sebuah suasana tertentu dapat lebih dihayati dengan membaca dan mengapresiasi sebuah cerpen, novel atau sebiji sajak, atau mementaskan naskah teater daripada membaca suatu laporan penelitian yang ilmiah. Karena ilmu sastra berperan sangat besar menanamkan nilai-nilai investasi moral masa depan dan melatih pendidikan karakter, mengingat sastra itu berbicara tentang manusia dan kemanusiaan.

                Dengan metode pembelajaran yang dikemas sesuai dengan kapasitas anak-anak, sehingga anak-anak dapat dengan mudah memahami dan mempraktekkan naskah yang diberikan. “Kakak-kakaknya seru, kalau mempraktekkan naskah lucu-lucu dan menarik, jadi asyik kalau ngikutin kakak belajar  ilmu teater” tutur Rizal salah satu siswa.

                Di UNISNU Jepara sendiri para mahasiswa banyak memiliki grup teater yang sudah banyak tampil di event-event umum, tak ayal untuk mengajarkan hal tersebut kepada anak-anak SD mereka tidak ada kesulitan. Namun pada prinsipya pendidikan karakter ini berprinsip pada jiwa sosial yang berpegang teguh pada pesan moral. "Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri". Ujar Didik Winarto Koordinator kegiatan teater. (xpo/B3)