Kerahkan Lima Teropong Hingga Topeng Gerhana, Mahasiswa Unisnu Beri Edukasi Masyarakat Tentang Gerhana Matahari

Kerahkan Lima Teropong Hingga Topeng Gerhana, Mahasiswa Unisnu Beri Edukasi Masyarakat Tentang Gerhana Matahari

Fenomena gerhana matahari sabit atau gerhana matahari sebagian yang terjadi pada Kamis (26/12/2019) siang menarik minat mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu Jepara) untuk melakukan pengamatan. Kegiatan pengamatan gerhana dimotori oleh Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Pengamatan gerhana dilaksanakan di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Jepara.

FSH menyiapkan lima teropong untuk melakukan pengamatan, terdiri dari satu teropong digital dan empat teropong manual. Selain dosen dan mahasiswa, masyarakat juga disilakan untuk terlibat dalam pengamatan langsung menggunakan teropong manual atau dengan melihat layar lebar yang menampilkan hasil proyeksi dari teropong digital.

Hudi MSI, Wakil Dekan FSH yang mendampingi mahasiswa melakukan pengamatan menyatakan bahwa teropong yang disediakan dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin melihat proses terjadinya gerhana. “Empat teropong manual digunakan untuk pengamatan, dan satu teropong digital kami sambungkan ke layar lebar agar dapat dilihat dengan lebih mudah”, ujar Hudi. “Kegiatan ini menjadi bagain dari usaha kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang proses gerhana matahari”, pungkas Hudi yang juga dosen Ilmu Falak itu.

Selain memanfaatkan teropong, FSH juga menyediakan alat bantu melihat gerhana yang didesain dalam bentuk topeng. Topeng-topeng itu mirip dengan mainan anak-anak karena desainnya yang mirip wajah superhero. Di dalam topeng, telah diberi lapisan filter film agar aman saat melihat gerhana. Topeng ini telah mencuri perhatian masyarakat yang ikut menyaksikan gerhana karena keunikan desain dan fungsinya.


Pengamatan gerhana mata air dengan menggunakan topeng


Gerhana yang terlihat dari Jepara adalah gerhana matahari sabit karena matahari hanya tertutupi 76,8%. Hal ini berbeda dengan beberapa daerah yang dapat melihat gerhana matahari cincin, seperti di wilayah Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan beberapa daerah lainnya.

Dari Jepara, gerhana dimulai pukul 10.58 WIB, puncak gerhana pada pukul 12.46 WIB, dan berakhir pukul 14.34 WIB. [LPM Bursa FSH]