Kedaireka UNISNU Gandeng DUDI, Garap Potensi Wisata Unggas “Abbetkampu”

Kedaireka UNISNU Gandeng DUDI, Garap Potensi Wisata Unggas “Abbetkampu”

Berbagai program diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) dalam rangka mendukung Perguruan Tinggi untuk mengimplementasikan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Salah satunya juga yang kini tengah dijalankan oleh tim dosen dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggandeng mitra DUDI (Dunia usaha dan Dunia industri).

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, kini meluncurkan platform program baru bernama Kedaireka. Program Kedaireka Dikti merupakan upaya yang dilakukan Kemendikbud dalam meningkatkan kreativitas Perguruan Tinggi dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di dunia kerja dengan melakukan sinergi antara dunia kerja dan Pendidikan tinggi.


UNISNU kali ini mendapatkan program Matching Fund Kedaireka tahun 2021, bermitra dengan DUDI di wilayah Kabupaten Jepara. Ditunjuklah PT. Melia Inkracipta Gaya Pesona merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa pariwisata berdomisili di Banjaragung, Bangsri Jepara.

Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi dua pihak melalui platform Kedaireka. Dukungan matching fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap delapan indikator kinerja utama (IKU) yang ditetapkan Kemendikbud.

Agar lebih link and match, ditunjuklah tim dosen UNISNU yang bertugas dalam program Kedaireka kali ini dari berbagai multi disiplin ilmu. Antaranya, Jati Widagdo, M. Rifqy Roosdhani, Harminto Mulyo dan Fivin Bagus Septiya Pambudi. Serta dibantu oleh 26 mahasiswa yang ditugaskan dalam 3 divisi, dengan berbagai kompetensi keilmuan.

“Nama yang kami usulkan pada program ini adalah Abbetkampu, yang di inisiasi dari singkatan Ayam, Bebek, Burung Onta, Entok, Tiktok, Burung Kicauan & Puyuh. Pada intinya mengenalkan edukasi tentang aneka unggas,” terangnya.

Program kedaireka ini sebagai wadah kolaborasi perguruan tinggi dan industri untuk mewujudkan ekosistem reka cipta kampus merdeka. Dalam tahapan ini, kampus membantu para startup untuk menghadirkan aplikasi berbasis wisata edukasi unggas. Baik pengenalan dasar, pemasaran, hingga produk merchandise yang semua tersedia via aplikasi.

Jati Widagdo menambahkan, program kedaireka Dikti saling terkait dengan kegiatan MBKM. Bila dalam MBKM mahasiswa diberikan kesempatan berinteraksi langsung dengan dunia kerja, program Kedaireka Dikti memberikan kesempatan dosen untuk mengaplikasikan penemuan atau sistem informasi atau teknologi yang dihasilkan melalui kegiatan di kampus untuk dapat diterapkan.

“Dari MBKM dan Kedaireka sebenarnya saling mendukung karena nanti dari program MBKM kita bisa mengirim mahasiswa dalam program langsung ke mitra-mitra yang menerapkan teknologi yang diberikan oleh kampus.” imbuhnya

Platform kedaireka Dikti diperuntukkan untuk semua program studi dan universitas. Untuk program ini pun, satu Universitas dapat mengirimkan satu proposal Kerjasama dengan satu mitra hingga lebih dari satu mitra tergantung dari paket inovasi yang nanti ditawarkan di dalam kedaireka itu sendiri.

Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, riset reka cipta merupakan tujuan dari perguruan tinggi yang melahirkan lulusan-lulusan dengan semangat kemandirian, inovatif, kompetitif dan solutif bagi masyarakat.

UNISNU telah menjalankan program kedaireka mulai bulan agustus, dan akan berakhir pada Desember nanti.