Kapolres Jepara Pimpin Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Unisnu

Kapolres Jepara Pimpin Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Unisnu

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara laksanakan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2019, Senin (28/10/2019). Ada yang sedikit spesial dalam upacara kali ini, yakni hadirnya Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H sebagai Pembina upacara. Berlangsung di lapangan Unisnu Jepara, upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, dihadiri dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa Unisnu sebagai peserta. Adapun anggota Resimen Mahasiswa, Racana dan kelompok paduan suara bertindak sebagai petugas Upacara.

Tema peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah “Bersatu Kita Maju”. Dalam amanatnya, AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H sebagai pembina upacara membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Dr. H. Zainudin Amali, S.E., M.Si. Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas” ujarnya. Lebih lanjut beliau juga mngatakan pentingnya, pemuda untuk memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untukKa Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.

Dalam upacara hari sumpah pemuda kali ini, pembina upacara juga membacakan  Hasil Kongres Pemuda II 28 oktober 1928. Di akhir upacara, sesuai dengan semangat pemuda, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Muhammad David Yusuf didaulat untuk membacakan doa. Setelah dibubarkan, para peserta baik dosen, karyawan dan mahasiswa kembali menjalankan tugas dan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.