UNISNU yang Cendekia dan Berakhlaqul Karimah

Asssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


sadullah assaidi rektor unisnu jepara Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara adalah bagian integral dari sistem pendidikan nasional, sehingga menjadi keniscayaan untuk hadir dalam perubahan-perubahan paradigma, konsep, visi dan orientasi baru riset dan teknologi serta pendidikan tinggi. Meski demikian, UNISNU mempunyai jatidiri keberagamaan ahlussunnah wal-jama’ah untuk menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang memiliki competitive advantage, memiliki daya saing yang andal dan tangguh dalam zaman global yang penuh tantangan ini.

Cendekia (educated/muta’allim: terpelajar) adalah ciri berpikir yang berorientasi pada keadaan berpendidikan, bahkan tampilnya insan-insan yang terpelajar. Untuk menyertai ciri berpikir atau sikap intelectualism (kecendekiaan), UNISNU mempersiapkan insan-insan terpelajar dengan akhlaqul-karimah (budipekerti mulia), yang mampu menggerakkan sisi-sisi tabiat, perangai, kebiasaan dan ajaran agama. Pengembangan UNISNU harus dilihat dalam konteks perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat, baik dari sisi konseptual maupun paradigma pendidikan tinggi. Bahkan, pengembangan UNISNU perlu juga mempertimbangkan pergeseran dan transisi sosial, ekonomi dan politik nasional dan global.

Sebagai perguruan tinggi yang dirintis oleh masyarakat, terutama warga Nahdlatul Ulama, UNISNU bersilaturrahim dan mengundang kepada masyarakat luas untuk turut mengambil peran membesarkan kampus, agar dapat memberikan yang terbaik dalam mencerdaskan kehidupan umat. Dalam konteks perumusan konsep-konsep dari tingkat regional, nasional dan global dalam pengembangannya, UNISNU dapat melihat dan menempatkan paradigma baru pendidikan tinggi di Indonesia, yang bertumpu pada tiga matra.

Yang pertama adalah greater autonomy (kemandirian lebih besar) dalam pengelolaan atau otonomi. Otonomi seluas-luasnya adalah otonomi bukan saja dalam hal manajerial, namun juga dalam menentukan atau memilih kurikulum, dalam penyesuaian UNISNU dengan dunia kerja atau kebutuhan pasar. Harapannya, UNISNU berguna selain untuk meningkatkan kualitas sumber daya insani yang menguasai sains dan teknologi, ilmu-ilmu sosial dan humaniora, bahkan secara spesifik menguasai ilmu-ilmu agama (‘ulum al-din) sebagai warisan “ilmu agama” (’ilm al-syrari’ah), namun juga harus mengembangkan seluruh bidang tersebut melalui research and development (penelitian dan pengembangan).

Bicara otonomi perguruan tinggi perlu dikritisi dengan distingsi, antara otonomi prosedural dan otonomi substantif di satu pihak dan academic freedom (kebebasan akademik) pada pihak lain. Otonomi substantif adalah kewenangan UNISNU untuk menentukan tujuan dan program sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Sedang otonomi prosedural adalah kewenangan UNISNU secara kelembagaan untuk menentukan cara-cara (means) guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Adapun kebebasan akademik adalah kebebasan dosen atau ilmuan secara personal dalam pengajaran dan penelitian, untuk mencapai kebenaran yang dilindungi hukum. Pengembangan otonomisasi ini harus dikaitkan dengan responsibility dan accountability.

Kedua, greater accountability (tanggung urai) bukan hanya dalam pemanfaatan sumber-sumber keuangan secara bertanggungjawab, namun juga dalam pengembangan keilmuan, kandungan pendidikan dan program-progran yang diselenggarakan. Akuntabilitas ini ditujukan kepada pemerintah, masyarakat dan stakholders lainnya. Karena itu akuntabilitas juga terkait terhadap dunia profesi dan masyarakat luas.

Yang ketiga adalah greater quality assurance (jaminan lebih besar terhadap kualitas) melalui internal evaluation (evaluasi internal) yang dilakukan kontinu dan berkesinambungan; dan external evaluation (evaluasi eksternal) yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mempersiapkan diri dalam hal “evaluasi”, UNISNU harus memperluas cakrawala dari basis ilmu pengetahuan Syari’ah, Tarbiyah dan Dakwah (revealed knowledge) sampai pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya (acquired knowledge).

Ilmu pengetahuan ini dikelola dalam delapan belas program studi: Ahwal Al-Syakhsiyah (Hukum Keluarga), Perbankan Syari’ah, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen (Ekonomi), Akuntansi, Ekonomi Islam, Desain Produk, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Informtika, Desain komunikasi Visual, Sistem Informasi, Teknik Sipil, Budidaya Perairan, dan Manajemen Pendidikan Islam (S2).

Semoga UNISNU yang cendekia dan berakhlaqul karimah jaya, berkembang, maju dan bermanfaat diridhai Allah SWT.

Wallahulmuwafiq ila aqwamith thoriqWassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh