Hadir di UNISNU, Ketua Komnas HAM RI Siap Fasilitasi Masyarakat Balong

Hadir di UNISNU, Ketua Komnas HAM RI Siap Fasilitasi Masyarakat Balong

Jepara – Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik hadir secara langsung di Kampus Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara pada Kamis (27/5/2021). Hal ini merupakan undangan dari sivitas akademik di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum, setelah sebelumnya juga hadir di Jepara untuk menghadiri undangan lainnya.  

Ia hadir untuk berbagi cerita dan diskusi beberapa hal terkait lembaga yang dipimpinnya sekarang, utamanya yang terkait dengan perspektif hukum dan hak asasi manusia. Turut hadir menjadi moderator, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Mayadina Rohma dan sejumlah mahasiswa serta perwakilan warga dari Desa Balong Kecamatan Kembang Jepara.



Taufan sapaan akrab Ketua Komnas HAM RI, dalam sambutannya bercerita terkait beberapa kasus hukum yang pernah ia tangani selama aktif di lembaga tersebut. Ia mengawali statemen terkait pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal isu-isu soal hak asasi manusia.

“Peran mahasiswa harus selalu hadir ditengah masyarakat yang membutuhkan, dan suarakan apa yang menjadi keluhan dan harapan mereka,” ungkapnya.

Selain hadir dalam diskusi terbatas ini, sejumlah perwakilan masyarakat dari Desa Balong Kecamatan Kembang Jepara juga berkesempatan untuk menyampaikan keluh kesah terkait rencana proyek pengerukan pasir laut di wilayah nya.

Koordinator masyarakat Balong, Dafiq bersama rekan-rekan yang menggalang dukungan terhadap penolakan ini bercerita tentang nakalnya para pekerja proyek terdahulu yang tidak peduli terhadap kerusakan alam yang diakibatkannya. Dan dikhawatirkan, hal tersebut juga akan terjadi dikemudian hari.

“Banyak lokasi bekas pengerukan yang tidak diperhatikan amdalnya. Hingga kita merasakan pantai kami tergerogoti abrasi hingga sekarang, dan kami tidak mau itu terulang kembali,” ungkap Dafiq.

Saat ini pengerjakan proyek tol laut Semarang – Demak tengah mandek, mengingat masih ada permasalahan pembebasan tanah dan material pengurukan pasir yang rencananya akan diambilkan dari wilayah Balong.

Dalam kesempatan ini, diserahkan juga dokumen petisi dari warga yang menolak rencana pengerukan pasir tersebut. Sementara itu Taufan merespon masukan tersebut, dan berharap segera Komnas HAM RI bisa menerima dokumen laporannya. 

"Kami akan menunggu laporan resminya, dan segera akan membentuk tim agar bisa melakukan pengecekan ke lapangan. Hal ini juga akan kami tembuskan kepada Pak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai laporan, karena beliau punya nota kesepahaman dengan kami soal penuntasan kasus-kasus terkait Hak Asasi Manusia," terangnya saat di wawancarai awak media. (B3/xpo)