Hadapi Era Industri 4.0, Fakultas Saintek Menggelar Seminar Internasional

Hadapi Era Industri 4.0, Fakultas Saintek Menggelar Seminar Internasional

Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar seminar internasional bertajuk Potensi Industri Kreatif dalam Peningkatan Daya Saing Perdagangan Global di Era Industri 4.0. Berlangsung di Gedung Shima Serbaguna Setda Jepara, Jum’at (21/12), seminar internasional ini menghadirkan narasumber asal Malaysia Prof. Dr. Mustaffa Halabi dari Universitas Utara Malaysia. Serta Dr. Noor Azly Muhammed Ali dari Universitas Teknologi Mara.

Hadir dalam pembukaan seminar Rektor Unisnu Dr. Sa'dullah Assa'idi, M..Ag., Dekan Fakultas Saintek Unisnu Ir. Gun Sudiryanto, M.M., Asisten III Pemkab Jepara Mulyaji, perwakilan dari Universitas Negeri Semarang, Politekni Balekambang, dan beberapa asosiasi usaha di Jepara. Juga sekitar 170an mahasiswa dari Unisnu dan kampus lainnya.

Rektor Unisnu Dr. Sa'dullah Assa'idi, M..Ag., dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu hasil dari industri 4.0 yaitu munculnya aplikasi ojek atau pengataran paket melalui ponsel. ”Pesan makan tak perlu datang ke warung. Cukup pencet ponsel. Pesan melalui aplikasi ponsel, makanan bisa diantar,” ucapnya.

Dalam pemaparan Prof Mustaffa berdasarkan data Wordl Economic Forum pada 2025 penggunaan mesin akan dominasi kerja dibandingkan tenaga manusia. Yaitu 58 persen berbanding 42 persen.

Prof. Dr. Mustaffa Halabi menjelaskan, berdasarkan data yang dikeluarkan Wordl Economic Forum, pembagian jam kerja antara tenaga manusia dan mesin akan mengalami perubahan besar. Pada tahun ini tenaga manusia yang digunakan 71 persen. Sementara mesin 29 persen. Pada 2022 diprediksi akan alami perubahan 58 persen akan gunakan tenaga manusia, sementara 42 persen gunakan mesin. Pada 2015 diprediksi penggunaan tenaga manusia hanya 48 persen, sedangkan mesin mencapai 52 persen.

Ir. Gun Sudiryanto, M.M. mengungkapkan Fakultas Saintek Unisnu Jepara sudah ada persiapan dalam menghadapi era 4.0. Jurusan-jurusan di dalamnya juga tak lepas buah hasil era 4.0., yaitu desain produk, teknik industri, teknik informatika, desain komunikasi visual, teknik sipil, teknik elektro, sistem informasi, dan budidaya perairan.

”Indonesia saat ini sedang digalakkan industri sesuai roadmap 4.0. Beberapa telah disiapkan. Di antaranya mulai dari dalam tubuh pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, lembaga riset dan teknologi,” tegasnya.