Focus Group Discussion "Menghidupkan Peran Besar Ratu Kalinyamat dalam Pembentukan Karakter Cinta Tanah Air"

Focus Group Discussion

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara  mengadakan Focus Group Discussion dengan tema "Menghidupkan Peran Besar Ratu Kalinyamat dalam Pembentukan Karakter Cinta Tanah Air"

Focus Grup discussion dilaksanakan di Ruang P2 Pascasarjana Unisnu dengan model daring dan luring. Peserta yang hadir secara luring adalah Wakil Rektor 1 Dr. H. Akhirin, M.Ag., Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum. (Tim Pakar Ratu Kalinyamat Yayasan Dharma Bakti Lestari) Pusat Studi Ratu Kalinyamat Unisnu Jepara, serta perwakilan pejabat eksekutif, pejabat legislatif, pemerhati sejarah, pelaku seni, tokoh agama, dan unsur lain di Kabupaten Jepara.

Sedangkan peserta aktif yang berpartisipasi secara daring adalah Lestari Moerdijat, S.S., M.M. (Wakil Ketua MPR/Inisiator Gerakan Menghidupkan Kembali Menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional), Prof. Drs. H. Ratno Lukito, M.A. (Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Yayasan Dharma Bakti Lestari), Dr. Connie Rahakundini (Presiden Direktur Institute for Maritime Studies), dan Dr. Mufti Ali (Sejarawan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)  

Ketua Tim Pakar Pengusulan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional, Prof. Drs. H. Ratno Lukito, M.A, mengatakan bahwa sudah selanyaknya kita menghidupkan peran Ratu Kalinyamat dalam pembentukan karakter cinta tanah air. Sejumlah catatan menuliskan peran Ratu Kalinyamat membantu kerjaan-kerajaan di Nusantara dalam mengusir Portugis. Pada 1573, Ratu Kalinyamat memberikan bantuan pada Sultan Aceh. Sebelumnya, pada 1559 membantu Johor ketika hendak menyerang Portugis di Malaka.

“Sepeninggal sang ayah, Sultan Trenggono, Ratu Kalinyamat mewarisi Demak yang bangkrut. Kekisruhan kerajaan, menjadikan rakyat hilang percaya. Membangkitkan pesimisme dan kebangkrutan ekonomi itu, Ratu Kalinyamat turun ke bawah dengan memeluk rakyatnya,” ujarnya.

Senada dengan Prof. Ratno, Wakil Rektor 1 Unisnu Jepara Dr. H. Akhirin, M.Ag., mengatakan bahwa Ratu Kalinyamat muncul dalam panggung sejarah Indonesia ketika kerajaan Demak terjadi konflik politik dan kekuasaan. “Sikap tegas dan berani mengambil keputusan dan kemampuannya memimpin menjadikannya sebagai  Ratu, Sosok penuh patriotik dan solidaritas yang tinggi.” Ujarnya

Di bidang ekonomi dan perdagangan, peran ratu kalinyamat tidak kalah penting Di bawah  pemerintahannya, pada pertengahan abad ke-16 perdagangan Jepara dengan daerah seberang laut semakin ramai.  Dari Jepara para pedagang mendatangi Bali, Maluku, Makasar, Johor, Aceh, Banten, dan Banjarmasin membawa barang-barang hasil produksi daerahnya masing-masing. Bersama dengan Demak, Tegal, dan Semarang, Jepara merupakan daerah ekspor beras. 

Tujuan dari Focus Grup Discussion ini adalah untuk membuat arah dasar bagi melenial Indonesia dengan merumuskan kembali nilai-nilai kecintaan Ratu Kalinyamat terhadap tanah airnya, dengan mendasarkan pada perlawanan terhadap penjajah, penghormatan pada keberagaman etnis, serta budaya dan agama.