Fakultas Saintek Unisnu Jepara Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Dorang

Fakultas Saintek Unisnu Jepara Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Dorang

Hujan deras beberapa hari terakhir yang mengguyur Jepara mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Jepara, salah satunya di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari. Menanggapi bencana yang terjadi di desa dorang, dosen dan karyawan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara berinisiatif meninjau langsung lokasi yang terdampak banjir di Desa Dorang, Rabu (3/2/2021).

Tujuh dosen dan satu karyawan fakultas Sains dan Teknologi Unisnu turun langsung ke lapangan dan membantu korban banjir di desa Dorang. Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Sains dan Teknologi Unisnu Jepara menyerahkan bantuan beberupa 600 nasi bungkus dan 10 kotak air mineral kepada para pengungsi. Bantuan diserahkan langsung di Posko Siaga GP Ansor Jepara yang turut memantau dan mendistribusikan logistik untuk korban yang ada di lokasi banjir.


“Fakultas Sains dan Teknologi telah membudayakan dosen dan karyawannya untuk peduli terhadap sesama, khususnya masyarakat yang terkena dampak dari bencana. Sudah menjadi komitmen bagi kami untuk berbuat yang terbaik, untuk kegiatan sosial masyarakat, kita harus selalu tanggap dan perhatian, terutama kepada lingkungan serta masyarakat sekitar.” Ujar Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Ir. Gun Sudiryanto, M.M. yang juga turut mendistribusikan bantuan.

Lebih lanjut Ir. Gun Sudiryanto, M.M.  berterimakasih kepada dosen dan karyawan Fakultas Sains dan Teknologi, “Apresiasi saya berikan kepada dosen dan karyawan, yang dengan ikhlas menyisihkan rizkinya untuk kegiatan ini. Do’a kami semoga banjir segera surut dan masyarakat bisa memulai kembali aktivitas normal. Dan yang terakhir, kami bangga membawa nama Unisnu Jepara” Pungkasnya.

Bencana banjir yang menerjang Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara berasal dari meluapnya Sungai Serang Welahan Drainase (SWD). Ketinggian air sekitar setengah sampai satu meter dan merendam ratusan rumah, 150 hektar sawah, dan 1004 KK terdampak.