Dosen Unisnu Raih Juara 2 Lomba Artikel Sejarah Lima Pahlawan Jepara

Dosen Unisnu Raih Juara 2 Lomba Artikel Sejarah Lima Pahlawan Jepara

Dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Aliva Rosdiana, M.Pd., raih prestasi pada ajang Lomba Penulisan Artikel Sejarah Lima Pahlawan Jepara. Lomba dengan tema “Dari Jepara untuk Indonesia” tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2021. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini berhasil meraih juara 2 kategori umum pada Lomba yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Jepara, Yayasan Kartini Indonesia, Lembaga Pelestari Sejarah Jepara dengan didukung Korpri Kabupaten Jepara dan Bank Jateng Cabang Jepara.

Kelima tokoh besar Jepara yang diangkat dalam lomba tersebut adalah Ratu Kalinyamat, Drs. RMP. Sosrokartono, RA Kartini, dr. Cipto Mangunkusumo dan dr. Gunawan Mangunkusumo. Kriteria penilaian pada lomba tersebut diantaranya, kesesuaian dengan tema, gaya tulisan yang meliputi (alur penulisan, diksi dan tata bahasa, kedalaman penulisan, dan komunikatif serta mudah dimengerti.

Penyerahan hadiah lomba penulisan artikel yang terbagi dalam kategori umum, mahasiswa dan SLTA tersebut dilakukan Rabu (19/5/2021) di kompleks Makam Pahlawan Giri Dharma Jepara. Peyerahan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, Perwakilan Pimpinan dari Bank Jateng Cabang Jepara, dan Ingga Tejo Suroto dari Lembaga Pelestari Sejarah Jepara.

“Menulis adalah passion. Tujuan mengikuti lomba ini supaya masyarakat mengetahui bagaimana kiprah pahlawan di Jepara, melalui tulisan Saya”. Ujar Ibu dua anak yang juga gemar bermain gitar tersebut.

Pada ajang tersebut, Aliva mengirimkan artikel dengan Judul “Peran Besar Ratu Kalinyamat dalam Perjalanan Bangsa Indonesia”, sebuah artikel tentang perjuangan dan pengungkapan sejarah Ratu Kalinyamat.

“Kita harus mengingat bahwa Ratu Kalinyamat kala itu pada abad ke 16 pernah membawa Jepara pada masa kejayaan terutama di bidang politik, ekonomi, dan hubungan internasional. Di bidang politik, Ratu Kalinyamat dipercaya ayahandanya, Sultan Trenggana, memiliki kekuasaan dan kekuatan militer di wilayah kemaritiman Nusantara. Di bidang ekonomi, Ratu Kalinyamat memiliki kekuatan pada sektor perdagangan didukung dengan armada laut yang kuat. Di bidang hubungan internasional, kekuasaan Ratu Kalinyamat memiliki pengaruh kuat tidak hanya di Jepara, Pati, Juana, dan Rembang, namun sampai Banten, Cirebon yg pada zaman itu mewakili ranah nasional. Sedangkan di luar Jawa seperti Malaka, Maluku, Aceh, Johor juga masuk pada daerah kekuasaannya, dan ini pada zaman itu masuk ranah internasional”. Ungkap Aliva, menerangkat secara singkat Peran Besar Ratu Kalinyamat dalam Perjalanan Bangsa Indonesia

“Karena Saya merupakan bagian dari Pusat Studi Ratu Kalinyamat (PSRK) Unisnu Jepara, dari sini terpanggil untuk menunjukkan eksistensi lembaga, dan Saya menulis tentang artikel Ratu Kalinyamat”. Imbuhnya ketika ditanya, kenapa mengangkat tokoh Ratu Kalinyamat.

Aliva mengatakan bahwa hobi menulis tertanam sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, mulai dari menulis diary sampai menulis komik. Sedangkan menulis news dan artikel dimulainya sejak awal kuliah.