Dosen Unisnu Latih Guru Susun Buku Ajar

Dosen Unisnu Latih Guru Susun Buku Ajar

Dosen Unisnu Jepara Hariyanto dan Muh Shofiyuddin melaksanakan program pelatihan dan pendampingan penyusunan modul dan buku ajar kepada guru SMAN 1 Mlonggo Jepara. Pelatihan ini, dilaksanakan di SMAN 1 Mlonggo dengan durasi 32 jam pelajaran, dimulai pada 19 September 2019. 

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 50 guru SMAN 1 Mlonggo. Program ini juga didukung sepenuhnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisnu. Ketua LPPM Purwo Adi Wibowo menuturkan, kegiatan ini sebagai turunan atau bentuk pengembangan program LPPM yang dilaksanakan di Unisnu one lecturer one book.

Guru peserta pelatihan mempelajari teori dan prinsip-prinsip, sistematika, format, serta langkah-langkah penyususnan modul dan buku ajar. Guru juga diminta praktik. Program ini, tak hanya dilaksanakan dalam pelatihan klasikal, namun tim secara berkala memberikan pendampingan penyusunan buku ajar mereka. Pendampingan juga dikhususkan kepada guru yang telah memiliki draf modul (buku ajar) agar bisa terbit.

Proses penerbitan pun dibantu LPPM Unisnu melalui tim, berupa editing, layout, ISBN, dan penerbitan. ”Kegiatan ini bertujuan membantu meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya proses pembelajaran yang diawali dari peningkatan kompetensi para guru,” katanya.

Kegiatan pengabdian ini sangat penting, mengingat banyak guru yang mengajar dengan buku dari sumber lain. Guna mencapai tujuan dari pembelajaran yang diharapkan secara maksimal, seharusnya setiap guru memiliki buku ajar yang telah disesuaikan dengan kurikulum, rencana capaian, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Namun, pada realitanya masih banyak guru yang belum mampu menyusun modul atau buku ajar sendiri.

”Hal ini tentunya menjadi perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan sehingga dapat digalakkan adanya program satu guru satu buku. Diharapkan bahwa kegiatan serupa dapat dikembangkan dan disebarluaskan guna menunjang pembelajaran dan demi pendidikan sekolah yang lebih baik,” imbuh Moh Shofiyuddin, dosen Unisnu yang juga pemateri.