Berkolaborasi dengan Disdikpora Kab. Jepara, PSGA UNISNU JEPARA Gelar Workshop

Berkolaborasi dengan Disdikpora Kab. Jepara, PSGA UNISNU JEPARA Gelar Workshop

UNISNU.ac.id - Sebagai lembaga Perguruan Tinggi yang memiliki konsen di bidang gender dan anak, Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Nafdlatul Ulama Jepara (UNISNU JEPARA) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kab. Jepara, mengadakan Workshop Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Sekolah Dasar dengan tema "Berbagi Gagasan dan Praktik Terbaik Menuju Sekolah Inklusi yang Humanis di Jepara". Bertempat di Aula 1 Disdikpora Kab. Jepara. Dilaksanakan Selama dua hari pada Senin-Selasa (28-29/3/2022).

Diikuti 15 Guru dari 5 Sekolah Dasar penyelenggara program pendidikan inklusif di Kabupaten Jepara. Kelima SD tersebut yaitu SD Negeri 1 Sowan Lor, SD Negeri 5 Karanggondang, SD Negeri 1 Kriyan, SD Negeri Jinggotan, dan SD Semai.

Daftar Sekarang

Turut hadir pada pembukaan kegiatan tersebut, Rektor UNISNU JEPARA, Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag.,  Plt. Kepala Disdikpora Kab. Jepara Drs. Oni Sulistiawan, M.Si, Kabid. SD Disdikpora Edi Utoyo, M.Pd., dan Santi Andriyan, M.Pd., Kepala PSGA UNISNU JEPARA

Rektor UNISNU JEPARA mengemukakan adanya sebuah kemajuan dalam pengembangan pendidikan. “Sebab tuntutan, kepekaan terhadap lingkungan dan pendidikan seyogyanya menampung tanpa adanya perbedaan. Workshop ini akan menjadi pendorong terselenggaranya sekolah inklusi di seluruh kecamatan yang ada di Jepara”. Ujar Beliau saat memberikan sambutan (29/3/2022).

psga_disdikpora_ws

Plt. Kepala Disdikpora Kab. Jepara, menyampaikan pentingnya penyelenggaraan sekolah inklusi, sebab ada hak pada setiap anak untuk mengembangkan diri dan kesempatan belajar tanpa membedakan kekurangan. “Maka perlu adanya pengembangan sekolah inklusi di Kabupaten Jepara,” harapnya.

Ada 5 materi yang disampaikan kepada peserta workshop, yakni konsep dasar pendidikan inklusi, manajemen sekolah inklusi, keberagaman peserta didik di sekolah inklusi, kurikulum dan Program Pembelajaran Individual (PPI), serta materi terkait strategi dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Materi-materi tersebut difasilitatori oleh Erna Zumrotun, M.Pd (kKepala Prodi PGSD UNISNU JEPARA); Santi Andriyani, M.Pd (Kepala PSGA UNISNU JEPARA), dan Hamidaturrohmah, M.Pd (Dosen Prodi PGSD UNISNU JEPARA).

Pada hari pertama, peserta diajak untuk memahami teori, landasan yuridis, folosofis alasan adanya sekolah inklusi dan manajemennya. “Peserta harus memahami keberagaman siswa ABK, Setelah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah need assessment” ungkap Santi Andriyani.

Hari kedua, dalam praktiknya, Hamidaturrohmah mendampingi dalam penyusunan kurikulum inklusi sesuai kebutuhan anak. “Apakah bentuknya modifikasi kurikulum, atau omisi kurikulum. Jika modifikasi, maka sesuai kurikulum nasional. Hanya saya gradenya diturunkan,” Jelasnya. Namun jika sampai mengarah pada omisi kurikulum, berarti sekolah membuat kurikulum sendiri yaitu PPI semacam RPP, Imbuhnya.

Workshop ini sebagai program pendampingan bagi guru sekolah dasar, sehingga dapat membantu dan mendorong lembaga pendidikan dasar penyelenggara sekolah inklusi di Jepara untuk dapat mengimplementasikan pendidikan inklusif dengan baik.