Angkat Tema Islam Nusantara, Mahasiswa Unisnu Raih Juara Pertama Lomba Esai se Jateng

Angkat Tema Islam Nusantara, Mahasiswa Unisnu Raih Juara Pertama Lomba Esai se Jateng

Syahrul Juniar Setiawan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Esai Mahasiswa Jurusan PAI se Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (6-7/10/2018) kemarin. Lomba esai tersebut adalah rangkaian kegiatan Forum Silaturahim Mahasiswa PAI (Forsima PAI) Wilayah Jawa Tengah di IAIN Pekalongan. Syahrul adalah mahasiswa angkatan tahun 2017. Anak dari Samiaji dan Sariatun itu pernah menjadi santri di beberapa pesantren, diantaranya di Banyuwangi dan Kudus. Mahasiswa asal Sumberrejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini sangat menyukai seni tilawah al Quran. Syahrul mengangkat tema “Metode Dakwah Islam Nusantara Sebagai Solusi Menangkal Radikalisme”. Tema tersebut mampu maraih nilai tertinggi dari peserta-peserta lainnya, yang berasal dari sepuluh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Jawa Tengah. Prestasi ini menambah daftar prestasi mahasiswa Unisnu Jepara yang kian tumbuh, dari tahun ke tahun. Kejutan-kejutan prestasi mahasiswa kian bermunculan, semangat mahasiswa dalam berkompetisi pun semakin subur. Tak terkecuali bagi Syahrul, ia merasa tidak percaya dirinya menjadi juara dalam lomba tingkat provinsi tersebut. Tahun ini adalah kali pertama Syahrul mengikuti lomba esai, sekaligus menjadi momentum pertamanya berkumpul bersama mahasiswa jurusan PAI dari kampus lain dalam Forsima PAI. “Forsima PAI dan lomba esai ini menjadi sesuatu yang baru bagi dunia saya, seperti tidak percaya bisa juara, karena peserta lain yang mengikuti berasal dari kampus-kampus besar di Jawa Tengah”, tutur Syahrul kepada Humas Unisnu. Ahmad Saefudin, dosen pembimbing Syahrul dalam lomba esai memberikan apresiasinya. Ia juga memotivasi agar mahasiswa PAI lainnya bisa berprestasi seperti Syahrul. “Mahasiswa Unisnu memang keren-keren, namun mereka tetap perlu bimbingan agar potensinya dapat diekspresikan secara maksimal”, ungkap dosen yang akrab dipanggil pak Udin itu. [humas]