Jepara - Senin pagi, 22 Januari 2018 bertempat di Gedung Wanita Jepara, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2017/2018 secara resmi diterima dan diterjunkan oleh Bupati Jepara H. Ahmad Marzuqi dan Rektor Dr. Sa'dullah Assaidi. Sebanyak 597 Mahasiswa dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di terjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Meliputi 4 kecamatan, diantaranya Pakis Aji, Kembang, Keling dan Donorojo.

Selama kurang lebih 40 hari, terhitung mulai 22 Januari sampai dengan 6 maret 2018. seluruh mahasiswa peserta KKN akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat desa di 4 kecamatan tersebut dengan berbagai program unggulannya. Dengan mengangkat tema KKN " Penguatan Potensi Pariwisata Guna Meningkatkan Daya Saing Daerah Berbasis Unggulan Desa", diharapkan seluruh peserta KKN menjadikan kegiatan ini sebagai wahana transfer keilmuan dan mengimplementasikan pengetahuan yang didapat selama kuliah kedalam hidup sosial bermasyarakat yang utamanya bertempat di kawasan pedesaan.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa selama ini potensi di pesisir utara Kabupaten Jepara tersebut banyak yang belum terangkat. Mulai dari dataran tinggi hingga area pantai yang memiliki banyak potensi tersembunyi. Untuk itu, Marzuqi berpesan agar bisa bersinergi dengan para stakeholder yang ada, harapannya di masing-masing desa bisa tertata pengelolaan yang baik. "Mulai tempat wisatanya, ekonomi kreatif kerakyatannya, hingga promosinya secara online. Pokoknya mahasiswa KKN UNISNU saya titipkan tugas tersebut" tegasnya.

Hadir juga pada penerjunan ini, jajaran Rektorat UNISNU, Ketua YAPTINU, Pengurus PCNU, Jajaran Forkopinda diantaranya Kapolres, Dandim, Kajari dan SKPD terkait, serta Camat lokasi KKN. Untuk KKN UNISNU tahun 2018 ini rencananya digelar 2 gelombang, yang pertama di bulan Januari dan kedua di bulan Agustus. Selanjutnya untuk penerjunan di tingkat Kecamatan, dilaksanakan pada tanggal 23 Januari di aula masing-masing kecamatan.

Ketua Pelaksana KKN (PPKKN) UNISNU Tahun Akademik 2017/2018 yang juga sekaligus Dewan Pendidikan Jawa Tengah Drs. Maswan, menyampaikan dalam sambutannya bahwa selama mahasiswa mengabdi ditengah masyarakat, sapalah selalu masyarakat dengan berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai putera daerah, perlu ada pendekatan yang baik untuk bersama-sama membangun daerah asalnya.

Dimasing-masing kecamatan, nantinya peserta KKN juga diwajibkan menggelar Expo Potensi Pariwisata Desa yang mengangkat berbagai potensi andalan. Dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), diharapkan juga Expo ini menjadi wahana penelitian dan pengabdian untuk Masyarakat. Ada 39 desa yang siap menampilkan potensi unggulannya nanti, apalagi basis pariwisata di sisi utara Jepara banyak yang belum terpublikasi.

Pada aspek penguatan pariwisata desa, terdapat beberapa sub bidang yang akan menjadi ruang kerja bagi para peserta KKN. Yaitu penguatan Lembaga Pariwisata Desa, Identifikasi potensi wisata, pembuatan master plan destinasi, peta wisata, buku saku wisata, branding wisata desa, penataan kualitas produk, ekspose potensi wisata, pelatihan fotografi dan promosi online maupun offline.

Harapannya dari hasil kerja KKN UNISNU ini dapat di sinergikan dengan visi misi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Pemerintah Kabupaten Jepara untuk lebih giat lagi mengangkat potensi wisata ke kancah Nasional dan Internasional. (B3/xpo)