481 Mahasiswa Unisnu Laksanakan KKN di Desa Masing-masing

481 Mahasiswa Unisnu Laksanakan KKN di Desa Masing-masing

481 mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring. Pelaksanaan KKN masih menggunakan skema program KKN Tematik Covid 19, sama dengan pelaksanaan periode sebelumnya. Pelaksanaan KKN dilakukan selama kurang lebih 40 hari, berlokasi di desa masing-masing peserta

Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan secara daring oleh Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. Bertempat di ruang Seminar Gedung Perpustakaan Unisnu Jepara, acara ini digelar dengan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan. Hadir pada kegiatan ini sejumlah jajaran pejabat kampus, panitia KKN, serta Bapak Bupati Jepara yang diwakilkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara, Ir Wasiyanto, M.Si dan beberapa dosen pembimbing lapangan (DPL).

Sisno Riyoko, SE, MM selaku Ketua Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengatakan bahwa KKN kali ini  mengambil tema Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Sosial. Peserta KKN diikuti oleh mahasiswa dari Jepara, Kudus, Demak, dan Pati. Semua berjumlah 481 mahasiswa berasal dari 4 Fakultas di lingkungan Unisnu Jepara. KKN dilaksanakan mulai tanggal 16 Agustus 2021 hingga 24 September 2021 atau selama 40 hari.  “Untuk Jepara berjumlah 467 mahasiswa, Pati 2, Kudus 6 dan Demak 6 mahasiswa. Adapun jumlah kecamatan ada 26 dan tersebar dalam 136 Desa yang dibimbing oleh 48 DPL,” ujarnya

Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag dalam sambutannya berpesan kepada para mahasiswa peserta KKN agar dapat mencurahkan tenaga dan pemikirannya untuk membantu masyarakat keluar dari krisis yang dihadapi mereka karena pandemi ini.  “Usaha untuk memutus matai rantai Covid-19 harus menjadi pemikiran utama disamping memulihkan ekonomi dan sosial masyarakat. Sebab yang kita hadapi bersama adalah virus yang memiliki penyebaran yang sangat cepat,” ujarnya.

Turut hadir memberikan sambutan, Bupati Jepara yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara, Ir Wasiyanto, M.Si. Dalam sambutannya Bupati mengharapkan pandemi tidak menyurutkan langkah para mahasiswa untuk berkontribusi di tengah-tengah masyarakat. Untuk memulihkan kondisi masyarakat, maka semua pemangku kepentingan harus bersinergi untuk membangun wilayahnya masing-masing. “Kita harus memiliki dan mengembangkan semangat untuk bangkit dari keterpurukan di tengah pandemi. Bukan hanya sektor ekonomi, tetapi juga sosial budaya dan bahkan tatanan sosial. Maka perlu kerja bersama memulihkan kondisi,” Ujar Wasiyanto.

Menurut Wasiyanto, kebijakan Unisnu Jepara dengan menerjunkan mahasiswa ke desanya masing-masing adalah sebuah solusi yang baik. “Ini kesempatan mahasiwa untuk belajar menghadapi persoalan yang ada di tengah masyarakat dan sekaligus mengembangkan ide-ide kreatif yang segar dan visioner,” papar Wasiyanto. (mahmudahdiyah)